Simple Template For Entertainment News

Headline

Ikut Survey Website di Bayar dengan Dollar

Tampilkan postingan dengan label Berita Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Musik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2011


Musikal Laskar Pelangi, yang sudah dua kali dipentaskan di Jakarta, mendapat kehormatan untuk digelar di Esplanade Theatres on the Bay, Singapura, atas undangan dari pihak pengelola teater tersebut.Di teater itu, pertunjukan musikal tersebut akan dipanggungkan tiga kali pada 1 dan 2 Oktober 2011. Dengan perkiraan jumlah penonton untuk setiap pertunjukan kira-kira 2.000 orang.
Sejumlah 18 pemain anak, 29 pemain dewasa, 22 pemusik, dan 46 kru akan diberangkatkan dari Indonesia untuk pementasan itu. Mereka sudah menjalani latihan di Jakarta 11 kali dalam sebulan dan di Singapura mereka akan berlatih lagi selama lima hari. Untuk segi cerita tidak ada perubahan hanya pada adjustment sedikit-sedikit, karena memang akan dikreasikan senatural mungkin, seperti apa yang head programmer dari Teater Esplanade melihat di Indonesia beberapa saat lalu.
Pertunjukan musikal itu melibatkan pula Toto Arto sebagai produser; Riri Riza sebagai sutradara; dan Jay Subiakto sebagai penata artistik panggung, Hartati sebagai koreografer, dan Erwin Gutawa sebagai penata musik.

Musikal Laskar Pelangi sangat berbeda dengan versi layar lebar sehingga penonton juga akan menikmati pengalaman yang berbeda. Dikatan bahwa paling sulit mencari casting untuk pemain utama Laskar Pelangi. Beberapa kali  mendapatkan anak yang punya kemampuan menyanyi, menari, sekaligus berakting, tetapi ternyata karakter dan umur anak itu tidak sesuai dengan tokoh yang akan diperankan.

MLP yang diadaptasi dari novel Andrea Hirata ini dinilai berhasil menjadi tontonan keluarga. Bahkan, banyak keluarga yang menonton berkali-kali. Kekuatan musikal ini, selain cerita yang kuat, adalah lirik lagu/musik dan tata panggung juga bagus.

Trus aja Bacanya >>

Kamis, 08 April 2010

The Titans Tak Takut Kena Sensor dan Kontroversi..............

Band asal Bandung, The Titans, resmi merilis album ketiga mereka. Bersamaan dengan diluncurkannya album yang bertajuk III (tiga romawi) itu, The Titans juga merilis klip video lagu "Rasa Cinta", yang menampilkan adegan-adegan kekerasan antargeng. Namun, The Titans tak takut klip video itu kena sensor dan jadi kontroversi.
Bagi Rizky (vokal), Andika (keyboard), Oni (gitar), Indra (bas), Imot (synthesizer dan program), dan Tom Tom (drum), klip video single pertama dari album tersebut sarat makna. "Melihat video clip jangan hanya dengan mata. Pesannya bagus. Kalau kita punya perasaan cinta, jangan dengan jalan kekerasaan," jelas Rizky, yang bersama teman-temannya mengadakan jumpa pers peluncuran album III di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (7/4/2010).

Lanjut Rizky, klip video "Rasa Cinta" menyiratkan makna kasih sayang orangtua kepada anak. "Di video clip itu kami coba kasih tahu ada sepasang kekasih yang cowoknya sangat mencintai ceweknya dengan sepenuh hati. Video clip ini memberi pesan agar ibunya lebih mencintai anaknya dibanding pacarnya. Apapun juga, jangan sampai melupakan kasih sayang orangtua," jabar Rizky.

Lewat adegan-adegan kekerasan antargeng pun, kata Rizky, The Titans justru bermaksud menyampaikan pesan antikekerasan. "Video clip ini juga menggambarkan jangan sampai berantem dengan jadi anggota geng, tapi pas pulang ke rumah ibunya meninggal karena sakit. Pesannya, jangan seperti itu," jabar Rizky lagi.
Aku Andika, The Titans bersama sang sutradara, Tepan Cobain, sudah menjaga sejak awal agar klip video tersebut tak akan kena gunting sensor. "Kami sudah atur dengan baik dari awal shooting. Yang kira-kira bakal disensor, enggak kami tampilin," kata Andika. "Makany,a Mas Tepan Cobain bikin slow motion, biar enggak terlihat kekerasannya, tapi hasilnya kaya, 'Wah, keras banget ya.' Padahal sih enggak," sambungnya.
Sementara itu, Rizky yakin bahwa adegan-adegan kekerasan yang melibatkan 50 orang figuran itu tidak akan menimbulkan kontroversi. "Kami sudah pertimbangkan matang-matang, video clip-nya seperti apa, konsepnya gimana. Sutradaranya sudah mikirin, 'Bagaimana nih, supaya enggak kelihatan kekerasan banget?' Mudah-mudahan enggak ada kendala, masalah, dan orang-orang suka, bukan mencerca," kata Rizky.
Trus aja Bacanya >>

Rabu, 07 April 2010

Mulan Belajar Piano

Bukan maksud untuk menyaingi musisi Ahmad Dhani dalam mengaransemen musik, penyanyi Mulan Jameela belajar piano. Menurut penyanyi seksi ini, alasan dirinya masuk ke dalam RCM (Republik Cinta Management) pimpinan Dhani tersebut, karena mantan suami Maia Estianty itu sangat jenius dan piawai dalam menciptakan dan mengaransemen sebuah lagu. "Ya sempat kepikiran, tapi biarin aja lah. Aku juga masuk RCM alasan yang sangat kuat adalah kepiawaian Mas Dhani. Jadi sekarang aku gak mau yang sok-sokan untuk aransemen seperti apa. Kalau sekarang aku pengen belajar alat musik itu juga supaya aku bisa lebih mengerti seperti apa seni musik itu. Belajar piano, tapi aku juga nggak mahir," tandas Mulan saat ditemui di Studio Sparc, Jl. Raya Bogor, Jakarta Timur.
 
Lebih lanjut Mulan menerangkan, di bawah tangan dingin Dhani banyak musisi yang telah menjadi besar seperti grup band The Virgin. Di mata Mulan, Dhani adalah sosok orang yang penuh seni dan tahu harus berbuat apa terhadap anak didiknya. "Sosok Ahmad Dhani bagi aku adalah orang yang sangat nyeni banget. Dia sangat tahu mau seperti apa dan mau bikin seperti apa. Ya nggak usah ngomongin aku, Contohnya saja seperti Dara The Virgin, dia (Dhani) tahu mau buat dia (Dara) seperti apa, dan sekarang The Virgin juga namanya semakin besar. Ini banyak banget hasilnya karena berkat tangan dinginnya juga, dan banyak manfaat dari dia yang kita serap," celoteh Mulan.

Album solo Mulan Jameela sudah lama ditunggu banyak fansnya, namun sampai detik ini Mulan belum juga mengeluarkan album solo perdananya tersebut. Menurut Mulan, dari bulan Januari tahun 2008 sampai saat ini dirinya belum juga mengeluarkan album. Pelantun Makhluk Tuhan Paling Seksi ini meminta maaf karena terlalu lama vakum. "Ya, lama banget, dari Januari 2008 dan sekarang sudah 2010. Ya sorry ya albumnya keluar lama banget, aku harus bisa memahami dengan kondisi apapun. Itu adalah sesuatu yang aku harus ambil hikmahnya," ujar Mulan saat ditemui di Studio Sparc, Jl. Raya Bogor, Jakarta Timur, Selasa (6/4).

Walaupun untuk mengeluarkan album solo perdananya Mulan masih harus menunggu lagi. Tapi keputusan itu dijalaninya dengan mensyukuri apa yang telah diraihnya sekarang ini. "Kalau aku ya insya Allah, aku jalani saja orangnya. Aku selalu mensyukuri apa yang sudah aku dapat, apa yang aku jalani dan ini alhamdulillah ini sudah lebih dari yang aku inginkan," terang Mulan.
Trus aja Bacanya >>

Senin, 05 April 2010

Andra and the Backbone Ketamuan Ratusan Orang

Ini konser Andra and the Backbone dengan konsep berbeda dari biasanya. Jika biasanya aksi panggung mereka dalam pengawalan, dalam konser As You Like It, yang bertema Release The Spirit dan diselenggarakan oleh PT HM Sampoerna, mereka lebih dekat dengan para penonton.

Kira-kira 300 anak muda, yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan terpilih menjadi para penonton konser As You Like It, terlihat seolah sedang bertamu ke rumah ABB pada Minggu (4/4/2010) malam di Ballroom Hotel Horison, Palembang, Sumatera Selatan. Mereka duduk lesehan di karpet dan bantal-bantal duduk berukuran besar, di ballroom tersebut, yang ditata seperti ruang tamu di rumah.

Selain menikmati sajian musik akustik dari Dedy Lisan (vokal), Stevi Item (gitar), dan Andra Ramadhan (gitar) dari ABB, plus drumer dan pemain bas pendukung, para penonton juga diajak berbincang, bercanda, bahkan menemani ABB tampil. Hampir selalu ada interaksi antara ABB dan mereka setiap satu lagu selesai. Misalnya, para personel ABB sesekali menyampaikan "curcol" atau curhat (curahan hati) colongan di panggung.

Untuk konser As You Like It tersebut, ABB menggulirkan belasan lagu. Konser itu dibuka dengan "Terdalam". Kemudian, mereka menyajikan, sebut saja, "Pagi Jangan Cepat Datang", "Jalanmu Bukan Jalanku", "Tak Ada yang Bisa", "Best of You" (dari grup Foo Fighter), "Sempurna" yang membuat para penonton menjerit histeris, "Main Hati", "Lagi dan Lagi", "Musnah", dan "Hitamku". Ketika menyuguhkan "Main Hati", salah seorang penonton, Erik, diajak ke panggung untuk bermain bas, menggantikan pemain bas pendukung.

Seusai konser, para penonton tidak langsung beranjak dari ruang itu. Mereka mendapat kesempatan untuk berfoto bersama ABB.

Para penonton yang menyaksikan konser ABB itu secara lebih akrab mengaku puas. "Konsep acaranya keren banget. Enggak ada batas antara penonton dan artis. Pokoknya, senang aja dan puas banget," aku Fauzan (20), yang terpilih menjadi salah seorang penonton As You Like It.
Trus aja Bacanya >>

Jumat, 26 Maret 2010

Ridho Rhoma Dapat Cap Sombong

Vokalis Sonet 2 Band, Ridho Rhoma, mengaku saat ini sedang kesulitan membagi waktu untuk pekerjaan, kuliah, dan kehidupan pribadinya. Saking ia sibuk, ia terkesan tak peduli terhadap keadaan sekitar. Akibatnya, ada orang-orang yang mencapnya sombong.

"Membagi waktu memang agak susah, ya harus cocok dengan semua pihak," ujar Ridho ketika diwawancara di tempat pergelaran Panasonic Gobel Awards 2010, XXi Club Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (26/3/2010) malam.

Ridho, yang sedang menjalani shooting film layar lebar pertamanya dan rekaman album kedua Sonet 2 Band, mengaku cukup beruntung memiliki sejumlah teman yang pengertian. "Alhamdulillah, aku punya banyak teman yang pengertian," ujar Ridho.

Namun, nada sumbang kadang masih terdengar di kuping Ridho. "Memang, kadang suka ada sindiran, 'Ridho sombong banget'. Tapi, mereka (teman-teman) dan keluargaku, biar bagaimanapun, tetap support," ujarnya lagi.

Mendapat sindiran seperti itu, Ridho paham. "Mereka harapkan aku kembali dan kumpul bareng dan aku juga kangen untuk kumpul-kumpul lagi," ucapnya.

Tak hanya persoalan pribadi yang menimpa Ridho, tapi juga masalah kuliah. "Paling kuliah agak terbengkalai, terpaksa postpone dulu. Penginnya dua-duanya lancar, tapi kenyataan enggak bisa. Akhirnya ,salah satunya dulu," jelas Ridho.

Bukan tanpa alasan Ridho mengorbankan kuliah. Baginya, peluang karier yang terbuka lebar saat ini tak akan datang di lain waktu. "Karier kesempatannya enggak akan datang dua kali. Jadi, karier dulu. Ini kesempatanku, enggak mungkin aku sia-siakan. Keluarga ingin aku selesai S1, tapi santai aja," sambungnya.

Keputusan tersebut tentunya tak ditentukan oleh Ridho semata. "Kebetulan Papa public figure. Justru, aku banyak bertanya ke keluarga, apa saja yang harus dipertimbangkan, apa yang didahulukan. Ya aku masih banyak belajar dan butuh orang yang berpengalaman seperti Papa," terangnya. 
Trus aja Bacanya >>

Rabu, 24 Maret 2010

Indra L Brugman Beralih ke Musik POP

Sulit di Dangdut, Indra L Bruggman ke Pop

Indra L Bruggman, yang sempat terjun ke dunia tarik suara dengan berdangdut, kini mencoba keberuntungan melalui single barunya, "Aku Mau Kawin", yang musiknya pop dengan sentuhan Melayu. Indra mempunyai alasan mengapa dirinya kini memilih merilis lagu yang nge-pop ketimbang lagu dangdut.

"Sekarang, seperti kita tahu, musik dangdut itu susah nyari media untuk promosi, sementara dari segi bisnis sangat tidak menguntungkan untuk orang-orang yang mau mengeluarkan album dangdut," terang Indra.

Tapi, Indra, yang mengaku tidak mengalami kesulitan untuk membawakan lagu pop, membantah dugaan bahwa ia merilis single-nya tersebut karena sedang sepi job. "Kalau dibilang aji mumpung, enggak, karena saya serius untuk menyanyi dan membuat sebuah single. Syukur alhamdulillah, memang kemarin sempat vakum, ritme kerja tidak seperti tahun-tahun dulu di awal karier saya, tapi sekarang sudah lancar, mulai main sinetron dan nyanyi juga jalan. Kemarin sempat mentas juga di Brunei. Aku nyanyi disana," papar Indra, yang merasa sudah tak minder lagi menyanyi di depan banyak orang.

Namun, meskipun meluncurkan single itu, Indra mengaku belum meninggalkan dangdut. "Sekarang lebih nge-pop, tapi agak sedikit Melayu. Sebenarnya, saya juga suka dangdut. Kita lihat perkembangan aja. Tapi, sampai sekarangpun saya masih menyanyi dangdut," tuturnya.
Trus aja Bacanya >>

Sabtu, 20 Maret 2010

Tak Ada Musik yang Jelek

Armand Maulana: Tak Ada Musik yang Jelek
Kesuburan pop Melayu dalam industri musik Indonesia saat ini mengundang protes tak sedikit orang. Namun, di telinga Armand Maulana, vokalis GIGI, tidak ada musik yang jelek. Menurut dia, yang ada, orang yang bermain musik dengan jelek.
 

Armand, sebagai bagian dari GIGI, band yang sudah berusia 17 tahun, tak memandang pop Melayu yang sedang digandrungi sebagai sebuah masalah. Ia yakin, tren pop Melayu akan bergeser ke tren musik lainnya, seperti yang pernah terjadi sebelumnya. "Dulu memang banyak protes pas zaman-zamannya pop yang cengeng banget. Terus, masuk zaman ska. Terus, masuk zaman (grup-grup rock asuhan) Log Zhelebour. Jadi, buat gue, ya nikmatin aja," ucap suami penyanyi Dewi Gita ini.

Menurut Armand, pada akhirnya arah selera musiklah yang akan menentukan umur tren itu. "Karena, musik itu, menurut gue, enggak mesti juara. Tapi, musik itu selera. Lo mau pilih jazz silakan karena selera lo beda sama selera gue," ujar Armand. "Musik itu enggak ada jelek, enggak ada bagus. Tapi, yang mainnya jelek itu ada," ujar Armand yang bersama teman-teman GIGI-nya menjadi ikon baru lomba musik yang diadakan oleh produsen sebuah minuman ringan, menggantikan Ahmad Dhani
Trus aja Bacanya >>

GALLERY

Profilku

Profilku
Asiknya kalo sudah begini

Alexa Trafic And Page Rank

Link Exchange

Plipeo

Ikut Isi Survey Dapat Dollar

Daftar Ziddu

 

Copyright © 2009 by KABAR ARTIS INDONESIA Powered By Blogger Design by ET