Simple Template For Entertainment News

Headline

Ikut Survey Website di Bayar dengan Dollar

Tampilkan postingan dengan label Berita Apik Artis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Apik Artis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2011


Musikal Laskar Pelangi, yang sudah dua kali dipentaskan di Jakarta, mendapat kehormatan untuk digelar di Esplanade Theatres on the Bay, Singapura, atas undangan dari pihak pengelola teater tersebut.Di teater itu, pertunjukan musikal tersebut akan dipanggungkan tiga kali pada 1 dan 2 Oktober 2011. Dengan perkiraan jumlah penonton untuk setiap pertunjukan kira-kira 2.000 orang.
Sejumlah 18 pemain anak, 29 pemain dewasa, 22 pemusik, dan 46 kru akan diberangkatkan dari Indonesia untuk pementasan itu. Mereka sudah menjalani latihan di Jakarta 11 kali dalam sebulan dan di Singapura mereka akan berlatih lagi selama lima hari. Untuk segi cerita tidak ada perubahan hanya pada adjustment sedikit-sedikit, karena memang akan dikreasikan senatural mungkin, seperti apa yang head programmer dari Teater Esplanade melihat di Indonesia beberapa saat lalu.
Pertunjukan musikal itu melibatkan pula Toto Arto sebagai produser; Riri Riza sebagai sutradara; dan Jay Subiakto sebagai penata artistik panggung, Hartati sebagai koreografer, dan Erwin Gutawa sebagai penata musik.

Musikal Laskar Pelangi sangat berbeda dengan versi layar lebar sehingga penonton juga akan menikmati pengalaman yang berbeda. Dikatan bahwa paling sulit mencari casting untuk pemain utama Laskar Pelangi. Beberapa kali  mendapatkan anak yang punya kemampuan menyanyi, menari, sekaligus berakting, tetapi ternyata karakter dan umur anak itu tidak sesuai dengan tokoh yang akan diperankan.

MLP yang diadaptasi dari novel Andrea Hirata ini dinilai berhasil menjadi tontonan keluarga. Bahkan, banyak keluarga yang menonton berkali-kali. Kekuatan musikal ini, selain cerita yang kuat, adalah lirik lagu/musik dan tata panggung juga bagus.

Trus aja Bacanya >>

Kamis, 22 September 2011

Anang Siap Naik ke Pelaminan dengan Ashanty

Anang Hermansyah dan Ashanty tampaknya sudah semakin mantab untuk duduk di kursi pelaminan. Anang dan Ashanty sudah memesan busana pengantin.

Anang dan Ashanty memilih desainer Ferry Sunarto untuk membuat busana pengantin yang akan dikenakan saat hari pernikahan nanti.

"Memang Ashanty dan Anang pernah datang ke tempat aku untuk  konsultasi. Sekarang masih dalam tahap konsep," ungkap Ferry, melalui telepon seluler,
Ferry tak mau berbicara banyak tentang konsep rancangan yang akan dibuatnya untuk Anang dan Ashanty. Namun ia akan membuat yang terbaik.

“Aku nggak bisa ngomong kapan. Yang jelas kalau dipersiapkan cepat-cepat akan kurang baik. Mas Anang aku lihat orangnya perfeksionis, jadi segala sesuatu akan dipersiapkan dengan baik," paparnya.

Anang yang menjadi pilihan dan pelabuhannya Ashanty, rasa juga akan menjadi figur pria pilihan yang ideal, meski di kabarkan kalau Anang bukanlah type pria yang Romantis.
Anang rupanya bukan tipe pria romantis, meski lagu-lagunya kerap bicara soal cinta. Tapi bicara kasih sayang, jangan pernah meragukan Anang. Meski tak romantis, Anang begitu perhatiannya kepada Ashanty. Buktinya, ketika Ashanty tengah terbaring sakit.

"Banyak yang aku nggak tahu dari dia, waktu aku sakit dia beda banget. Tadi aku bilang, Mas Tolong dong rambutnya dijepit, pelan banget dia ngerjainnya. Dia bilang dia nggak pernah begitu. Terus siapin makan tumpah, aku marah, aku kan manja banget. Dia bilang aku kan, nggak pernah suapin. Tapi aku lihat apa yang dia lakukan, aku sangat menghargai," tutur Ashanty yang disambut senyum malu Anang di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Tapi menurut aku itu bukan pengorbanan, memang harus. Dia sok, romantis di lagu, aslinya nggak," ledek Ashanty lagi. "Semalam dia juga benerin make up aku. Kan aku masuk rumah sakit habis nyanyi, masih ada make up-nya. Mas tolong di sini bersihin muka, bukain kapasnya, pegangin kacanya. Dia bilang, dia nggak pernah kayak gitu," tambah Ashanty.

Ashanty tentu bangga dengan kasih sayang Anang, meski cara menunjukkannya sedikit unik. Meski awalnya merasa tak mampu melakukannya, Anang sendir tak keberatan. Semua itu demi kekasihnya.
"Ya kalian tahulah," ujar Anang yang tak mampu berkata-kata lagi.
Trus aja Bacanya >>

Jumat, 26 Agustus 2011

Pak SBY membayar Zakat

Jiak menyimak berbagai berita bahwa banyak kalangan atas atau selebritis dengan pakaian gemerlap mereka membayar zakatnya. Serta dengan banyaknya pengiring dan kameramen yang sibuk ambil gambar.

Tapi apakah sadar atau tidak yang di pinggiran masyarakat bawah menelan ludah karena berbagai alasan tidak dapat menengadahkan tangannya untuk menerima hak mereka. Begitu kita melihat di TV, berbagai tayangan sampai jatuh korban jiwa waktu pembagian zakat.

Dan waktu pak SBY bayar zakatnya ko di Cikeas..?? kenapa ga turun di berbagai daerah yang benar - benar ga tersentuh zakat, secara logika tentunya SBY punya orang2 yang mampu melihat keadaan di sana. Tapi yah begitulah kalau mang orang atasan atau orang terkenal mau membayar zakat mereka pastinya akan banyak yang meliput.

Tapi setidaknya umat Muslim patut bangga juga karena ada sebuah contoh Pemimpin yang masih peduli dan ingat akan kewajibannya kepada sesama. Jika zakat di kelola denga bener maka akan sangat membantu kepada orang - orang yang berhak serta mampu memberikan motivasi akan peningkatan pada taraf hidupnya.

SBY yang mengenakan batik hijau itu juga memberikan zakat fitrah sebesar Rp 1.496.250 untuk 21 jiwa. Sehingga total zakat mal dan fitrah SBY tahun ini mencapai Rp 23.315.365. ini adalah berita di detik new.com

Semoga contoh dari pak SBY mampu menggerakkan hati para dermawan dan para selebritis untuk lebih peduli pada kalangan bawah.
Trus aja Bacanya >>

Senin, 14 Februari 2011

Ririn Pengen Cepat Punya Momongan

Pesinetron cantik Ririn Dwi Ariyanti mengaku ingin segera mendapat momongan dari perkawinannya dengan Aldy 'Bragi'. Ia berharap keinginannya itu bisa terwujud dalam tahun ini.

"Ya kalau tidak tahun depan. Mudah-mudahan nggak terlalu lama," ujarnya. Saking terobsesi, Ririn mengaku segala program yang dianjurkan dokter telah dijalaninya. Namun, bintang serial Ada Apa Dengan Cinta? itu, enggan merinci apa saja program yang diikuti bersama suaminya tersebut.

Meski belum punya momongan, diakuinya, naluri sebagai ibu pelan-pelan muncul dalam dirinya. Kehadiran Dira, hasil perkawinan pertama suaminya itu sangat membantu untuk membuatnya merasa seperti seorang ibu.

"Jiwa keibuan aku itu timbul dengan sedirinya. Sehari-hari, aku selalu bersama Dira. Itu semakin membuat aku mencintai kehidupan keluarga," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ririn mengungkapkan harapannya untuk punya anak perempuan. "Anak perempuan itu kelihatan lucu dan menggemaskan," ujarnya.
Trus aja Bacanya >>

Senin, 10 Mei 2010

Eva Mendes Belajar Melawan Ketakutan

Eva Mendes (36) tak keberatan menjalani terapi. Tahun 2008 bintang film The Bad Lieutenant ini menghabiskan waktu di panti rehabilitasi karena kondisi yang tak bisa disebutkan.

Mendes berkata, sangat penting baginya untuk mendiskusikan persoalannya dengan seorang profesional. Dia tak keberatan kembali mengatur janji temu bila tak bisa menghadiri sesi pertemuan karena kesibukan yang menumpuk.

”Aku ’senang’ menjalani terapi ini karena tidak membuatku harus masuk ruangan, duduk, lalu berbicara dengan seseorang yang sesungguhnya merupakan orang asing dalam hidupmu. Satu hal yang pasti, memiliki seseorang yang berkomitmen membantumu menjadi orang yang lebih baik sangatlah menyenangkan,” ujar Mendes.

Pemain film Ghost Rider ini percaya, sangat penting bisa mengatasi ketakutan dalam hidup. Salah satu ketakutannya adalah tenggelam. Oleh karena itu, dia berusaha keras belajar berenang.

”Aku berusaha melawan ketakutanku. Aku berusaha jujur pada diri sendiri dan menghadapi ketakutan itu. Aku tak bisa berenang, jadi aku minta temanku tidak memberikan pelampung. Aku tahu itu gila, tetapi aku melakukannya dan berhasil,” kata Mendes yang masuk daftar 100 perempuan terseksi versi majalah Maxim.
Trus aja Bacanya >>

Sabtu, 17 April 2010

Nadine Tidur "Ngemper" di Bandara

Gara-gara kehabisan uang, Puteri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata terpaksa tidur di emperan bandara. Hal ini terjadi saat Nadine berkunjung ke Calcutta, India, bulan lalu.

Saat itu, dia dan sembilan temannya melakukan perjalanan dengan konsep backpacker, atau melancong dengan dana yang minim. "Kejadiannya untung pas mau pulang, jadi kita tidur di bandara deh karena enggak ada pilihan lain," ujarnya, saat ditemui di Buddha Bar, Jakarta, Jumat 16 April 2010.

Sialnya, saat tengah tertidur pulas di dalam bandara, tiba-tiba saja seorang pekerja menyalakan mesin semprot pengusir nyamuk. Alhasil, Nadine terpaksa menggulung sleeping bag-nya dan pindah tidur di luar bandara. "Kagetlah. Jadi tidur di luar. Mana dingin lagi, kan dekat dengan Himalaya," kenang Nadine.

Lantas, bagaimana cara Nadine pulang ke Indonesia? Sambil tersenyum, Nadine mengaku dia meminta kiriman uang orangtuanya di Tanah Air. "Aku telepon papa minta dikirimkan uang. Maunya backpacker, tapi yang ada kita malah nombok," tutur dia.

Dalam perjalanan yang dilakukan sejak 14 Maret sampai 9 April yang lalu itu, Nadine sempat membuat film pendek semidokumentasi. Film yang berjudul Sagarmata itu diambil dari bahasa Sansekerta. Film ini berkisah tentang dua orang backpacker sejati yang akan mewujudkan mimpinya untuk menaklukkan dunia. "Film ini tanpa skenario," imbuhnya.

Kendati mempunyai pengalaman buruk, toh dia mengaku tidak kapok untuk melakukan backpacker. Dalam waktu dekat, pemeran dalam film Realita, Cinta dan Rock n' Roll ini berencana untuk kembali menjadi backpacker dengan tujuan Tibet.

Ada pelajaran yang didapat dari pengalaman buruknya itu. "Travelling ala backpacker jangan bawa barang-barang mahal, bawa tas kecil buat paspor, dan sleeping bag itu sangat membantu. Sedia baju panjang, topi, sunblock, pelembab muka sama badan," jabar Nadine.

"Aku ingin keliling dunia dengan biaya yang aku punya. Press budget! Kita enggak harus mendapatkan sesuatu yang indah dan mahal," katanya.
Trus aja Bacanya >>

Sabtu, 10 April 2010

Pesta Penikahan Melly Zamri dipersingkat

Penari yang juga presenter Melly Zamri dan pengusaha Fery Winaldi Damanik alias Aldi kini sudah menjadi istri dan suami. Upacara pernikahan mereka menggunakan dua adat dan, menurut Melly, bisa menghabiskan waktu dua hari dua malam jika tidak disederhanakan.

Akad nikah Melly dan Aldi dilaksanakan di kediaman Melly, di bilangan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (10/4/2010) pagi. Di kesempatan yang sama, Melly dan Aldi juga tak ketinggalan menjelaskan mas kawin pernikahannya. "Mas kawinnya Rp 10.042.010 dan seperangkat alat shalat," kata Aldi. "Itu sebenarnya tanggal (pernikahan), supaya kita ingat terus dan sebagai turning point buat saya karena bersinergi dengan suami saya," ucap Melly.

Setelah itu, pasangan pengantin baru tersebut melakoni upacara pernikahan dengan adat Minangkabau, asal orangtua Melly. Sesudahnya, mereka menjalani upacara adat Simalungun, asal ayah Aldi.

"Setelah adat Minang, kami pakai adat Simalungun dengan memberi makan keluarga besar Melly dan sebaliknya. Setelahnya, kami menari bersama (keluarga Aldi dan keluarga Melly) sebagai kebahagian kami sebagai keluarga besar," terang Aldi.

Upacara pernikahan yang menggunakan dua adat tersebut berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. "Itu pun sudah dipersingkat," kata Melly. "Kalau enggak dipersingkat, bisa jatuhnya dua hari dua malam," timpal Aldi.
Trus aja Bacanya >>

Senin, 05 April 2010

Ayu Dyah Pasha: Andai seperti Singapura

Berulang kali menyaksikan pertunjukan opera di Singapura, yang ditonton oleh banyak warga negara Indonesia, rupanya membuat artis peran Ayu Dyah Pasha menginginkan negeri ini memiliki tempat yang layak untuk pementasan opera dan pertunjukan seni peran lainnya.
"Berulangkali nonton opera atau teater di Singapura, seperti cerita Mamma Mia!, justru kebanyakan penontonnya teman-teman dari Indonesia. Sekarang memang tengah dibikin pemerintah, Grand Theater di TMII. Tapi, belum bisa dipastikan representatif, " kata Ayu yang ditemui di FX, Senayan, Jakarta, Senin (5/4/2010).

Meski jauh lebih sering bermain dalam film dan sinetron, Ayu bukan sosok asing dalam pementasan drama. Ayu pernah berperan sebagai Bunda Minke, ibu dari Ontosoroh, dalam drama Nyai Ontosoroh. Tokoh utamanya dimainkan oleh aktris Happy Salma.

Tidak hanya itu, menurut Ayu, kualitas para artis peran juga perlu ditingkatkan. Caranya, para artis peran asing diberi kesempatan untuk ikut audisi di sini dan mereka yang berasal dari negeri ini menjalani hal yang sama di luar negeri. Pertukaran semacam ini akan mendorong kemajuan pertunjukan seni peran dan artis peran dalam negeri yang kini tengah menggeliat.

"Teman-teman bisa mendapat pelajaran dari mereka. Demikian sebaliknya, pemain teater, drama, bisa pentas di event teater dunia," kata perempuan kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Februari 1964 ini
Trus aja Bacanya >>

Kamis, 01 April 2010

Ijab Nikahnya Ardie - Nia

Selama prosesi akad nikahnya bersama pengusaha muda Ardie Bakrie, pesinetron Nia Ramadhani tak kuasa menyembunyikan ekspresi wajahnya yang tegang.

Saat ditanya mengenai hal itu, Nia malah menampiknya. "Masa sih tegang? Enggak ah enggak tegang," ujar Nia yang menyempatkan diri bersama Ardie menggelar jumpa pers seusai akad nikah di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (1/4/2010).
 
Bagi Nia, ekspresi wajahnya seperti itu karena sedang berada dalam suasana akad nikah yang sakral. "Enggak tegang karena ini sakral saja," imbuh Nia. "Tegangnya entar malam," timpal Ardie tiba-tiba di samping Nia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir sebagai saksi dalam pernikahan yang cukup megah antara Ardie Bakrie dan pesinetron Nia Ramadhani di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (1/4/2010).

SBY hadir sebagai saksi untuk mempelai pria, sedangkan mantan Menko Kesra Alwi Shihab bertindak sebagai saksi mempelai wanita.

Dengan khidmat SBY mengikuti prosesi akad nikah yang didahului dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran tersebut.

Kedua mempelai, yakni Ardie dan Nia, sama-sama mengenakan pakaian pengantin berwarna putih dengan menjalani prosesi adat Sunda.

Nia Ramadhani tampak cantik memakai kebaya putih dengan hiasan mahkota bunga melati di kepalanya, terlihat sedikit gugup dan tegang ketika prosesi akad nikah berlangsung.

Menyaksikan rangkaian prosesi akad nikah disusul prosesi adat Sunda, tidak heran membuat Presiden SBY tersenyum. Hal tersebut terlihat ketika melihat kegugupan Ardie ataupun Nia saat prosesi penyematan cincin disusul ciuman Ardie di kening Nia.

Suasana justru begitu mencair ketika pemandu acara kerap menggoda kedua mempelai hingga memancing para tamu undangan dan SBY tak kuasa menahan tawa. Kedua mempelai pun tampak malu-malu.

Seusai akad nikah, acara akan dilanjutkan dengan resepsi yang akan dilangsungkan di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, Kamis dan Jumat (1-2/4/2010) pada pukul 19.00 WIB.
Janji sehidup semati diikrarkan putra pengusaha dan politisi Aburizal Bakrie, Anindra Ardiansyah Bakrie alias Ardie Bakrie, dengan pesinetron Prianti Nur Ramadhania (Nia Ramadhani) dalam tali pernikahan. Cincin emas bersisi darah Nia dan Ardie kini menjadi penghias di jari manis mereka.

"Alhamdulillah barusan kami baru saja melangsungkan pernikahan kami. Kita sekarang sudah menikah," ungkap Nia. "Kalau kata orang kita sekarang pasutri (pasangan suami-istri)," timpal Ardie seusai akad nikah di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (1/4/2010).

Dengan ungkapan rasa penuh sukacita, sepasang pengantin baru itu menjabarkan cincin kawin yang menjadi pengikat pernikahan mereka. "Ini merahnya dari darah kita," kata Ardie sambil menunjukkan cincin berlapis emas yang dikenakan di jari manis kirinya.

Cincin emas kombinasi antara darah dan logam mulia tersebut merupakan ide Nia dan Ardie. "Ini idenya gabungan kita berdua, jadi ini cincin ibarat satu dunia. Ada kita berdua, kita yang dari awal sendiri-sendiri sekarang dipersatukan," jelas Nia.

Cincin emas, yang kabarnya dipesan di Thailand itu, tampak sederhana tanpa bertabur intan berlian. "Saya gabungin darah saya dan Ardie, daripada saya taruh berlian di dalamnya, akan lebih berarti darah suami saya," ujar Nia
Trus aja Bacanya >>

Seserahannya Nia Ramadhani - Ardie

Upacara Seren Sumeren (seserahan) dan Ngeyeuk Seureuh (wejangan) menjelang pernikahan pesinetron Nia Ramadhani dengan putra pengusaha Aburizal Bakrie, Ardie Bakrie, dimulai. Rasa bahagia pun meliputi kedua keluarga calon pengantin.


Sore itu, tepat pukul 15.45 WIB, bertempat di kediaman keluarga Nia, Jalan Benda II No 9, Rabu (31/3/2010), rombongan keluarga Bakrie tiba dan langsung berjalan pelan tapi pasti menuju pintu gerbang sebuah rumah yang akan menghajat sebuah upacara sakral guna menikahkan putri mereka. Ardie, yang mengenakan beskap hitam dan peci, berjalan tidak sendiri. Ia didampingi oleh orangtuanya, Aburizal dan Ny Tati Bakrie, serta para kerabatnya.

Begitu sampai di depan rumah Nia, keluarga dan kerabat Nia pun menyambut kedatangan Ardie. Salam dan sambutan menjadi penghangat pembuka upacara Seren Sumeren. Kakak kandung Ardie, Anindiya L Bakrie, menjadi wakil untuk mengutarakan maksud dan tujuan kehadiran Ardie beserta rombongannya.

"Kami hadir di sini berbondong-bondong, bersama ayah ibu kami, termasuk nenek kami, ini tidaklah lain kami ingin terus merajut silaturahmi," tutur Anindiya membuka pembicaraan. "Kami datang bersama artis kami, Ardie Bakrie. Walaupun dia pengusaha, kami mengelolanya secara serius dengan memandikannya agar bersih dan higienis. Nanti bisa dicek sendiri," lanjut Anindiya dalam canda.

Seusai keluarga Bakrie mengutarakan niat mereka, giliran wakil dari keluarga Nia menyambut. Kerabat Nia, Martoyo Wiranata Kusumah, maju ke depan untuk memberi sambutan. "Saya selaku wakil keluarga Bapak dan Ibu Priya Ramadhani mengucapkan selamat datang kepada Bapak Ibu Aburizal Bakrie," ucap Martoyo.

Sambung Martoyo, "Insya Allah akan dinikahkan esok hari, kami menyampaikan tiada kata-kata lain selain terima kasih kepada Bapak Ibu Aburizal Bakrie untuk mengikuti acara Seren Sumeren. Semoga Allah SWT bisa meridai dan tanpa halangan apa pun," ucapnya lagi.

Selanjutnya adalah tahap ditampi ku asta kalih sebagai bagian dari Seren Sumeren. Maknanya, kehadiran dan penyerahan Ardie diterima dengan gembira dan hati yang bersih oleh keluarga Nia.

Tawis ta tali asih, tawis kadeudeuh merupakan bagian lain dari Seren Sumeren yang tak ketinggalan dilakukan. Pada tahap tersebut ibu Ardie, Tati Bakrie, memberi bingkisan seserahan secara simbolis kepada ibu Nia, Canty Mercia, yang kemudian disambung dengan barang-barang seserahan lainnya secara estafet.

Seusai seserahan itu, Ardie diperkenankan memberi munjungan atau salam dengan kedua belah tangan kepada kedua orangtua Nia, Priya Ramadhani dan Canty. Setelahnya, Ardie mengucap, "Alhamdulillah," sebagai tanda syukur atas diterimanya kehadiran dan seserahannya.

Ngeyeuk Seureuh
Rombongan kedua keluarga itu selanjutnya menuju ke dalam rumah untuk menjalani upacara berikutnya, yaitu Ngeyeuk Seureuh, yang dilakukan secara lesehan di ruang keluarga. Dalam Ngeyeuk Seureuh, dituturkan nasihat dari kedua orangtua masing-masing yang diwakili oleh pangeyeuk (pemberi wejangan).

Sebagai pembuka seremoni, pangeyeuk langsung menyapa Ardie dengan ramah. "Ardie, sebelum Ngeyeuk Seureuh dimulai, Ardie mau dipanggil Aa atau Abang karena dari Lampung," ujar sang pangeyeuk.

Ardie, yang duduk bersila, tampak kikuk mendengar pertanyaan dari pangeyeuk dengan separuh berbahasa Sunda. "Adin saja. Tapi, karena ini adat Sunda, jadi Aa saja," jawab Ardie.

Ardie tetap terlihat kikuk sepanjang pembukaan upacara Ngeyeuk Seureuh. "Kalau boleh jujur, A (Aa) Ardie kenapa dari tadi terlihat bingung begitu," tanya sang pangeyeuk lagi. "Terus terang, calon saya belum ada," ungkap Ardie. "Tuh, ada di dalam situ, tapi tahu kuncinya ada di mana?" kata si pangeyeuk. "Itu kuncinya ada di Tante Eli Pasha (pembawa acara)," sambungnya.

Ardie tampak berusaha mengalahkan rasa kikuknya dengan canda. "Balikin dong Tante," serunya kepada pembawa acara."Neng geulis-nya mana?" tanya Ardie sebelum akhirnya Nia keluar dari ruangan untuk menuju ke ruang upacara Ngeyeuk Seureuh, duduk di samping Ardie.

Upacara Ngeyeuk Seureuh langsung dipandu pangeyeuk menuju inti acara. "Uwa akan jelaskan buat Neng Nia dan A Ardie bahwasanya ini adalah benang yang disimbolkan sebagai restu orangtua," jelas sang pangeyeuk.

Dengan benang putih itu pula Nia dipersilakan meminta restu kepada Priya. "Papa, alhamdulillah tadi Nia sudah mengutarakan niat Nia untuk menikah besok dengan Ardie. Untuk itu Nia meminta restu Papa," tutur Nia. "Nia, anak Papa, Papa mengizinkan dan mengikhlaskan Nia menikah dengan Ardie, dan yang harus diingat Nia dan Ardie bahwa manusia hanya berencana di dunia ini dan Allah lah yang menentukan," ucap Priya menjawab permintaan anaknya diikuti prosesi menggunting benang tanda merestui.

Seusai Priya menggunting benang, giliran Ardie meminta restu kepada Aburizal. "Pa, seperti kemarin Ardie sudah utarakan, besok Ardie mau menikah dan alhamdulillah sudah direstui calon wali," ujar Ardie kepada Aburizal. Mendengar permintaan Ardie, Aburizal berujar, "Alhamdulillah, dari dulu sampai sekarang kami merawat Ardie dan alhamdulillah sudah direstui calon wali tadi. Semoga dalam hidup nanti bisa menjalani hidup yang up and down dan sabar menjalani hidup ini." Tekan Aburizal, "Karenanya, Papa merestui Ardie menikah dengan Nia."

Tati pun merestui Ardie. "Mama merestui pernikahan Ardie dengan Nia. Semoga Ardie bisa hidup bahagia, rukun, dan damai. Semoga semua berjalan lancar," ucap Tati sebelum Aburizal menggunting benang yang sama.

Wejangan lalu diutarakan oleh pangeyeuk kepada kedua calon mempelai. "Kain putih sebagai tanda kesucian, di dalamnya ada pakaian putih yang menyimbolkan sebagai pakaian yang hendak dipakai," katanya.

Dipandu pangeyeuk, Ardie dan Nia menggotong sebuah kotak dengan kain sarung ke kamar pengantin serta membuka keranjang berisi buah-buahan dan kue-kue sebagai simbol suami yang menunjang hidup keluarga dan sebagai simbol berkah keturunan.

Ardie dan Nia juga diminta untuk melempar buah dan kue tersebut ke arah para tamu. Nia tampak senang, sedangkan Ardie malah melempar buah jeruk bak melakukan lemparan three point bola basket.

Beberapa perlengkapan dijabarkan satu per satu oleh pangeyeuk. "Perlengkapan ada kaitannya dengan sayang, orangtua selalu menutupi kekurangannya kepada anaknya; dan waluh (waluya atau labu) diibaratkan doa orantua; daun pandan menjaga keturunan dan nama baik; padi, jangan congkak, karena manusia dibuat dari tanah dan zat cair," paparnya. "Ini semua akan dibagikan. Ini ada kelepok, bumbu buat makan sirih, kalian dalam perkawinan akan menikahkan dua keluarga. Di dalam ada sisir untuk menyisir, bukan untuk usil. Bereskan urusan rumah tangga sendiri; ada bedak dan kaca untuk berkaca pada rumah tangga dahulu," terangnya.

Dijelaskan pula, Ngeyeuk Seueruh bermakna menyatukan perut dengan perut sirih, menyatukan keluarga yang bukan saudara. "Jadi, kalian sudah boleh menikah," ujar si pangeyeuk.

Selanjutnya tawa dan canda tiba-tiba keluar begitu saja saat Ardie dipandu untuk membelah pinang. Ardie diminta untuk mengelus dan membelah pinang sebagai tanda suami yang akan bertanggung jawab. Sementara itu, Nia memegang jugleg, sebagai simbol seorang perempuan, sembari berkata, "Aa, ini kepunyaan aku," kata Nia. "Makasih Neng geulis," jawab Ardie.

Ardie, yang memegang untu, tak mau kalah. "Neng, ini punya Aa. Buka dong sedikit itunya (jugleg), boleh enggak ujungnya aja," pinta Ardie malu-malu.

Tiba di akhir upacara, penyerahan cendera mata yang dibungkus kemasan berwarna merah dari Nia diserahkan kepada keluarga Ardie. Sebaliknya, Ardie pun melakukan hal yang sama kepada keluarga Nia. Upacara tersebut akhirnya ditutup dengan doa bersama oleh ustaz Vikri Thoriq pada pukul 17.45 WIB.
Trus aja Bacanya >>

GALLERY

Profilku

Profilku
Asiknya kalo sudah begini

Alexa Trafic And Page Rank

Link Exchange

Plipeo

Ikut Isi Survey Dapat Dollar

Daftar Ziddu

 

Copyright © 2009 by KABAR ARTIS INDONESIA Powered By Blogger Design by ET