Simple Template For Entertainment News

Headline

Ikut Survey Website di Bayar dengan Dollar

Tampilkan postingan dengan label Berita Apik Artis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Apik Artis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2011


Musikal Laskar Pelangi, yang sudah dua kali dipentaskan di Jakarta, mendapat kehormatan untuk digelar di Esplanade Theatres on the Bay, Singapura, atas undangan dari pihak pengelola teater tersebut.Di teater itu, pertunjukan musikal tersebut akan dipanggungkan tiga kali pada 1 dan 2 Oktober 2011. Dengan perkiraan jumlah penonton untuk setiap pertunjukan kira-kira 2.000 orang.
Sejumlah 18 pemain anak, 29 pemain dewasa, 22 pemusik, dan 46 kru akan diberangkatkan dari Indonesia untuk pementasan itu. Mereka sudah menjalani latihan di Jakarta 11 kali dalam sebulan dan di Singapura mereka akan berlatih lagi selama lima hari. Untuk segi cerita tidak ada perubahan hanya pada adjustment sedikit-sedikit, karena memang akan dikreasikan senatural mungkin, seperti apa yang head programmer dari Teater Esplanade melihat di Indonesia beberapa saat lalu.
Pertunjukan musikal itu melibatkan pula Toto Arto sebagai produser; Riri Riza sebagai sutradara; dan Jay Subiakto sebagai penata artistik panggung, Hartati sebagai koreografer, dan Erwin Gutawa sebagai penata musik.

Musikal Laskar Pelangi sangat berbeda dengan versi layar lebar sehingga penonton juga akan menikmati pengalaman yang berbeda. Dikatan bahwa paling sulit mencari casting untuk pemain utama Laskar Pelangi. Beberapa kali  mendapatkan anak yang punya kemampuan menyanyi, menari, sekaligus berakting, tetapi ternyata karakter dan umur anak itu tidak sesuai dengan tokoh yang akan diperankan.

MLP yang diadaptasi dari novel Andrea Hirata ini dinilai berhasil menjadi tontonan keluarga. Bahkan, banyak keluarga yang menonton berkali-kali. Kekuatan musikal ini, selain cerita yang kuat, adalah lirik lagu/musik dan tata panggung juga bagus.

Trus aja Bacanya >>

Kamis, 22 September 2011

Anang Siap Naik ke Pelaminan dengan Ashanty

Anang Hermansyah dan Ashanty tampaknya sudah semakin mantab untuk duduk di kursi pelaminan. Anang dan Ashanty sudah memesan busana pengantin.

Anang dan Ashanty memilih desainer Ferry Sunarto untuk membuat busana pengantin yang akan dikenakan saat hari pernikahan nanti.

"Memang Ashanty dan Anang pernah datang ke tempat aku untuk  konsultasi. Sekarang masih dalam tahap konsep," ungkap Ferry, melalui telepon seluler,
Ferry tak mau berbicara banyak tentang konsep rancangan yang akan dibuatnya untuk Anang dan Ashanty. Namun ia akan membuat yang terbaik.

“Aku nggak bisa ngomong kapan. Yang jelas kalau dipersiapkan cepat-cepat akan kurang baik. Mas Anang aku lihat orangnya perfeksionis, jadi segala sesuatu akan dipersiapkan dengan baik," paparnya.

Anang yang menjadi pilihan dan pelabuhannya Ashanty, rasa juga akan menjadi figur pria pilihan yang ideal, meski di kabarkan kalau Anang bukanlah type pria yang Romantis.
Anang rupanya bukan tipe pria romantis, meski lagu-lagunya kerap bicara soal cinta. Tapi bicara kasih sayang, jangan pernah meragukan Anang. Meski tak romantis, Anang begitu perhatiannya kepada Ashanty. Buktinya, ketika Ashanty tengah terbaring sakit.

"Banyak yang aku nggak tahu dari dia, waktu aku sakit dia beda banget. Tadi aku bilang, Mas Tolong dong rambutnya dijepit, pelan banget dia ngerjainnya. Dia bilang dia nggak pernah begitu. Terus siapin makan tumpah, aku marah, aku kan manja banget. Dia bilang aku kan, nggak pernah suapin. Tapi aku lihat apa yang dia lakukan, aku sangat menghargai," tutur Ashanty yang disambut senyum malu Anang di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Tapi menurut aku itu bukan pengorbanan, memang harus. Dia sok, romantis di lagu, aslinya nggak," ledek Ashanty lagi. "Semalam dia juga benerin make up aku. Kan aku masuk rumah sakit habis nyanyi, masih ada make up-nya. Mas tolong di sini bersihin muka, bukain kapasnya, pegangin kacanya. Dia bilang, dia nggak pernah kayak gitu," tambah Ashanty.

Ashanty tentu bangga dengan kasih sayang Anang, meski cara menunjukkannya sedikit unik. Meski awalnya merasa tak mampu melakukannya, Anang sendir tak keberatan. Semua itu demi kekasihnya.
"Ya kalian tahulah," ujar Anang yang tak mampu berkata-kata lagi.
Trus aja Bacanya >>

Jumat, 26 Agustus 2011

Pak SBY membayar Zakat

Jiak menyimak berbagai berita bahwa banyak kalangan atas atau selebritis dengan pakaian gemerlap mereka membayar zakatnya. Serta dengan banyaknya pengiring dan kameramen yang sibuk ambil gambar.

Tapi apakah sadar atau tidak yang di pinggiran masyarakat bawah menelan ludah karena berbagai alasan tidak dapat menengadahkan tangannya untuk menerima hak mereka. Begitu kita melihat di TV, berbagai tayangan sampai jatuh korban jiwa waktu pembagian zakat.

Dan waktu pak SBY bayar zakatnya ko di Cikeas..?? kenapa ga turun di berbagai daerah yang benar - benar ga tersentuh zakat, secara logika tentunya SBY punya orang2 yang mampu melihat keadaan di sana. Tapi yah begitulah kalau mang orang atasan atau orang terkenal mau membayar zakat mereka pastinya akan banyak yang meliput.

Tapi setidaknya umat Muslim patut bangga juga karena ada sebuah contoh Pemimpin yang masih peduli dan ingat akan kewajibannya kepada sesama. Jika zakat di kelola denga bener maka akan sangat membantu kepada orang - orang yang berhak serta mampu memberikan motivasi akan peningkatan pada taraf hidupnya.

SBY yang mengenakan batik hijau itu juga memberikan zakat fitrah sebesar Rp 1.496.250 untuk 21 jiwa. Sehingga total zakat mal dan fitrah SBY tahun ini mencapai Rp 23.315.365. ini adalah berita di detik new.com

Semoga contoh dari pak SBY mampu menggerakkan hati para dermawan dan para selebritis untuk lebih peduli pada kalangan bawah.
Trus aja Bacanya >>

Senin, 14 Februari 2011

Ririn Pengen Cepat Punya Momongan

Pesinetron cantik Ririn Dwi Ariyanti mengaku ingin segera mendapat momongan dari perkawinannya dengan Aldy 'Bragi'. Ia berharap keinginannya itu bisa terwujud dalam tahun ini.

"Ya kalau tidak tahun depan. Mudah-mudahan nggak terlalu lama," ujarnya. Saking terobsesi, Ririn mengaku segala program yang dianjurkan dokter telah dijalaninya. Namun, bintang serial Ada Apa Dengan Cinta? itu, enggan merinci apa saja program yang diikuti bersama suaminya tersebut.

Meski belum punya momongan, diakuinya, naluri sebagai ibu pelan-pelan muncul dalam dirinya. Kehadiran Dira, hasil perkawinan pertama suaminya itu sangat membantu untuk membuatnya merasa seperti seorang ibu.

"Jiwa keibuan aku itu timbul dengan sedirinya. Sehari-hari, aku selalu bersama Dira. Itu semakin membuat aku mencintai kehidupan keluarga," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ririn mengungkapkan harapannya untuk punya anak perempuan. "Anak perempuan itu kelihatan lucu dan menggemaskan," ujarnya.
Trus aja Bacanya >>

Senin, 10 Mei 2010

Eva Mendes Belajar Melawan Ketakutan

Eva Mendes (36) tak keberatan menjalani terapi. Tahun 2008 bintang film The Bad Lieutenant ini menghabiskan waktu di panti rehabilitasi karena kondisi yang tak bisa disebutkan.

Mendes berkata, sangat penting baginya untuk mendiskusikan persoalannya dengan seorang profesional. Dia tak keberatan kembali mengatur janji temu bila tak bisa menghadiri sesi pertemuan karena kesibukan yang menumpuk.

”Aku ’senang’ menjalani terapi ini karena tidak membuatku harus masuk ruangan, duduk, lalu berbicara dengan seseorang yang sesungguhnya merupakan orang asing dalam hidupmu. Satu hal yang pasti, memiliki seseorang yang berkomitmen membantumu menjadi orang yang lebih baik sangatlah menyenangkan,” ujar Mendes.

Pemain film Ghost Rider ini percaya, sangat penting bisa mengatasi ketakutan dalam hidup. Salah satu ketakutannya adalah tenggelam. Oleh karena itu, dia berusaha keras belajar berenang.

”Aku berusaha melawan ketakutanku. Aku berusaha jujur pada diri sendiri dan menghadapi ketakutan itu. Aku tak bisa berenang, jadi aku minta temanku tidak memberikan pelampung. Aku tahu itu gila, tetapi aku melakukannya dan berhasil,” kata Mendes yang masuk daftar 100 perempuan terseksi versi majalah Maxim.
Trus aja Bacanya >>

Sabtu, 17 April 2010

Nadine Tidur "Ngemper" di Bandara

Gara-gara kehabisan uang, Puteri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata terpaksa tidur di emperan bandara. Hal ini terjadi saat Nadine berkunjung ke Calcutta, India, bulan lalu.

Saat itu, dia dan sembilan temannya melakukan perjalanan dengan konsep backpacker, atau melancong dengan dana yang minim. "Kejadiannya untung pas mau pulang, jadi kita tidur di bandara deh karena enggak ada pilihan lain," ujarnya, saat ditemui di Buddha Bar, Jakarta, Jumat 16 April 2010.

Sialnya, saat tengah tertidur pulas di dalam bandara, tiba-tiba saja seorang pekerja menyalakan mesin semprot pengusir nyamuk. Alhasil, Nadine terpaksa menggulung sleeping bag-nya dan pindah tidur di luar bandara. "Kagetlah. Jadi tidur di luar. Mana dingin lagi, kan dekat dengan Himalaya," kenang Nadine.

Lantas, bagaimana cara Nadine pulang ke Indonesia? Sambil tersenyum, Nadine mengaku dia meminta kiriman uang orangtuanya di Tanah Air. "Aku telepon papa minta dikirimkan uang. Maunya backpacker, tapi yang ada kita malah nombok," tutur dia.

Dalam perjalanan yang dilakukan sejak 14 Maret sampai 9 April yang lalu itu, Nadine sempat membuat film pendek semidokumentasi. Film yang berjudul Sagarmata itu diambil dari bahasa Sansekerta. Film ini berkisah tentang dua orang backpacker sejati yang akan mewujudkan mimpinya untuk menaklukkan dunia. "Film ini tanpa skenario," imbuhnya.

Kendati mempunyai pengalaman buruk, toh dia mengaku tidak kapok untuk melakukan backpacker. Dalam waktu dekat, pemeran dalam film Realita, Cinta dan Rock n' Roll ini berencana untuk kembali menjadi backpacker dengan tujuan Tibet.

Ada pelajaran yang didapat dari pengalaman buruknya itu. "Travelling ala backpacker jangan bawa barang-barang mahal, bawa tas kecil buat paspor, dan sleeping bag itu sangat membantu. Sedia baju panjang, topi, sunblock, pelembab muka sama badan," jabar Nadine.

"Aku ingin keliling dunia dengan biaya yang aku punya. Press budget! Kita enggak harus mendapatkan sesuatu yang indah dan mahal," katanya.
Trus aja Bacanya >>

Sabtu, 10 April 2010

Pesta Penikahan Melly Zamri dipersingkat

Penari yang juga presenter Melly Zamri dan pengusaha Fery Winaldi Damanik alias Aldi kini sudah menjadi istri dan suami. Upacara pernikahan mereka menggunakan dua adat dan, menurut Melly, bisa menghabiskan waktu dua hari dua malam jika tidak disederhanakan.

Akad nikah Melly dan Aldi dilaksanakan di kediaman Melly, di bilangan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (10/4/2010) pagi. Di kesempatan yang sama, Melly dan Aldi juga tak ketinggalan menjelaskan mas kawin pernikahannya. "Mas kawinnya Rp 10.042.010 dan seperangkat alat shalat," kata Aldi. "Itu sebenarnya tanggal (pernikahan), supaya kita ingat terus dan sebagai turning point buat saya karena bersinergi dengan suami saya," ucap Melly.

Setelah itu, pasangan pengantin baru tersebut melakoni upacara pernikahan dengan adat Minangkabau, asal orangtua Melly. Sesudahnya, mereka menjalani upacara adat Simalungun, asal ayah Aldi.

"Setelah adat Minang, kami pakai adat Simalungun dengan memberi makan keluarga besar Melly dan sebaliknya. Setelahnya, kami menari bersama (keluarga Aldi dan keluarga Melly) sebagai kebahagian kami sebagai keluarga besar," terang Aldi.

Upacara pernikahan yang menggunakan dua adat tersebut berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. "Itu pun sudah dipersingkat," kata Melly. "Kalau enggak dipersingkat, bisa jatuhnya dua hari dua malam," timpal Aldi.
Trus aja Bacanya >>

Senin, 05 April 2010

Ayu Dyah Pasha: Andai seperti Singapura

Berulang kali menyaksikan pertunjukan opera di Singapura, yang ditonton oleh banyak warga negara Indonesia, rupanya membuat artis peran Ayu Dyah Pasha menginginkan negeri ini memiliki tempat yang layak untuk pementasan opera dan pertunjukan seni peran lainnya.
"Berulangkali nonton opera atau teater di Singapura, seperti cerita Mamma Mia!, justru kebanyakan penontonnya teman-teman dari Indonesia. Sekarang memang tengah dibikin pemerintah, Grand Theater di TMII. Tapi, belum bisa dipastikan representatif, " kata Ayu yang ditemui di FX, Senayan, Jakarta, Senin (5/4/2010).

Meski jauh lebih sering bermain dalam film dan sinetron, Ayu bukan sosok asing dalam pementasan drama. Ayu pernah berperan sebagai Bunda Minke, ibu dari Ontosoroh, dalam drama Nyai Ontosoroh. Tokoh utamanya dimainkan oleh aktris Happy Salma.

Tidak hanya itu, menurut Ayu, kualitas para artis peran juga perlu ditingkatkan. Caranya, para artis peran asing diberi kesempatan untuk ikut audisi di sini dan mereka yang berasal dari negeri ini menjalani hal yang sama di luar negeri. Pertukaran semacam ini akan mendorong kemajuan pertunjukan seni peran dan artis peran dalam negeri yang kini tengah menggeliat.

"Teman-teman bisa mendapat pelajaran dari mereka. Demikian sebaliknya, pemain teater, drama, bisa pentas di event teater dunia," kata perempuan kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Februari 1964 ini
Trus aja Bacanya >>

Kamis, 01 April 2010

Ijab Nikahnya Ardie - Nia

Selama prosesi akad nikahnya bersama pengusaha muda Ardie Bakrie, pesinetron Nia Ramadhani tak kuasa menyembunyikan ekspresi wajahnya yang tegang.

Saat ditanya mengenai hal itu, Nia malah menampiknya. "Masa sih tegang? Enggak ah enggak tegang," ujar Nia yang menyempatkan diri bersama Ardie menggelar jumpa pers seusai akad nikah di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (1/4/2010).
 
Bagi Nia, ekspresi wajahnya seperti itu karena sedang berada dalam suasana akad nikah yang sakral. "Enggak tegang karena ini sakral saja," imbuh Nia. "Tegangnya entar malam," timpal Ardie tiba-tiba di samping Nia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir sebagai saksi dalam pernikahan yang cukup megah antara Ardie Bakrie dan pesinetron Nia Ramadhani di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (1/4/2010).

SBY hadir sebagai saksi untuk mempelai pria, sedangkan mantan Menko Kesra Alwi Shihab bertindak sebagai saksi mempelai wanita.

Dengan khidmat SBY mengikuti prosesi akad nikah yang didahului dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran tersebut.

Kedua mempelai, yakni Ardie dan Nia, sama-sama mengenakan pakaian pengantin berwarna putih dengan menjalani prosesi adat Sunda.

Nia Ramadhani tampak cantik memakai kebaya putih dengan hiasan mahkota bunga melati di kepalanya, terlihat sedikit gugup dan tegang ketika prosesi akad nikah berlangsung.

Menyaksikan rangkaian prosesi akad nikah disusul prosesi adat Sunda, tidak heran membuat Presiden SBY tersenyum. Hal tersebut terlihat ketika melihat kegugupan Ardie ataupun Nia saat prosesi penyematan cincin disusul ciuman Ardie di kening Nia.

Suasana justru begitu mencair ketika pemandu acara kerap menggoda kedua mempelai hingga memancing para tamu undangan dan SBY tak kuasa menahan tawa. Kedua mempelai pun tampak malu-malu.

Seusai akad nikah, acara akan dilanjutkan dengan resepsi yang akan dilangsungkan di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, Kamis dan Jumat (1-2/4/2010) pada pukul 19.00 WIB.
Janji sehidup semati diikrarkan putra pengusaha dan politisi Aburizal Bakrie, Anindra Ardiansyah Bakrie alias Ardie Bakrie, dengan pesinetron Prianti Nur Ramadhania (Nia Ramadhani) dalam tali pernikahan. Cincin emas bersisi darah Nia dan Ardie kini menjadi penghias di jari manis mereka.

"Alhamdulillah barusan kami baru saja melangsungkan pernikahan kami. Kita sekarang sudah menikah," ungkap Nia. "Kalau kata orang kita sekarang pasutri (pasangan suami-istri)," timpal Ardie seusai akad nikah di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (1/4/2010).

Dengan ungkapan rasa penuh sukacita, sepasang pengantin baru itu menjabarkan cincin kawin yang menjadi pengikat pernikahan mereka. "Ini merahnya dari darah kita," kata Ardie sambil menunjukkan cincin berlapis emas yang dikenakan di jari manis kirinya.

Cincin emas kombinasi antara darah dan logam mulia tersebut merupakan ide Nia dan Ardie. "Ini idenya gabungan kita berdua, jadi ini cincin ibarat satu dunia. Ada kita berdua, kita yang dari awal sendiri-sendiri sekarang dipersatukan," jelas Nia.

Cincin emas, yang kabarnya dipesan di Thailand itu, tampak sederhana tanpa bertabur intan berlian. "Saya gabungin darah saya dan Ardie, daripada saya taruh berlian di dalamnya, akan lebih berarti darah suami saya," ujar Nia
Trus aja Bacanya >>

Seserahannya Nia Ramadhani - Ardie

Upacara Seren Sumeren (seserahan) dan Ngeyeuk Seureuh (wejangan) menjelang pernikahan pesinetron Nia Ramadhani dengan putra pengusaha Aburizal Bakrie, Ardie Bakrie, dimulai. Rasa bahagia pun meliputi kedua keluarga calon pengantin.


Sore itu, tepat pukul 15.45 WIB, bertempat di kediaman keluarga Nia, Jalan Benda II No 9, Rabu (31/3/2010), rombongan keluarga Bakrie tiba dan langsung berjalan pelan tapi pasti menuju pintu gerbang sebuah rumah yang akan menghajat sebuah upacara sakral guna menikahkan putri mereka. Ardie, yang mengenakan beskap hitam dan peci, berjalan tidak sendiri. Ia didampingi oleh orangtuanya, Aburizal dan Ny Tati Bakrie, serta para kerabatnya.

Begitu sampai di depan rumah Nia, keluarga dan kerabat Nia pun menyambut kedatangan Ardie. Salam dan sambutan menjadi penghangat pembuka upacara Seren Sumeren. Kakak kandung Ardie, Anindiya L Bakrie, menjadi wakil untuk mengutarakan maksud dan tujuan kehadiran Ardie beserta rombongannya.

"Kami hadir di sini berbondong-bondong, bersama ayah ibu kami, termasuk nenek kami, ini tidaklah lain kami ingin terus merajut silaturahmi," tutur Anindiya membuka pembicaraan. "Kami datang bersama artis kami, Ardie Bakrie. Walaupun dia pengusaha, kami mengelolanya secara serius dengan memandikannya agar bersih dan higienis. Nanti bisa dicek sendiri," lanjut Anindiya dalam canda.

Seusai keluarga Bakrie mengutarakan niat mereka, giliran wakil dari keluarga Nia menyambut. Kerabat Nia, Martoyo Wiranata Kusumah, maju ke depan untuk memberi sambutan. "Saya selaku wakil keluarga Bapak dan Ibu Priya Ramadhani mengucapkan selamat datang kepada Bapak Ibu Aburizal Bakrie," ucap Martoyo.

Sambung Martoyo, "Insya Allah akan dinikahkan esok hari, kami menyampaikan tiada kata-kata lain selain terima kasih kepada Bapak Ibu Aburizal Bakrie untuk mengikuti acara Seren Sumeren. Semoga Allah SWT bisa meridai dan tanpa halangan apa pun," ucapnya lagi.

Selanjutnya adalah tahap ditampi ku asta kalih sebagai bagian dari Seren Sumeren. Maknanya, kehadiran dan penyerahan Ardie diterima dengan gembira dan hati yang bersih oleh keluarga Nia.

Tawis ta tali asih, tawis kadeudeuh merupakan bagian lain dari Seren Sumeren yang tak ketinggalan dilakukan. Pada tahap tersebut ibu Ardie, Tati Bakrie, memberi bingkisan seserahan secara simbolis kepada ibu Nia, Canty Mercia, yang kemudian disambung dengan barang-barang seserahan lainnya secara estafet.

Seusai seserahan itu, Ardie diperkenankan memberi munjungan atau salam dengan kedua belah tangan kepada kedua orangtua Nia, Priya Ramadhani dan Canty. Setelahnya, Ardie mengucap, "Alhamdulillah," sebagai tanda syukur atas diterimanya kehadiran dan seserahannya.

Ngeyeuk Seureuh
Rombongan kedua keluarga itu selanjutnya menuju ke dalam rumah untuk menjalani upacara berikutnya, yaitu Ngeyeuk Seureuh, yang dilakukan secara lesehan di ruang keluarga. Dalam Ngeyeuk Seureuh, dituturkan nasihat dari kedua orangtua masing-masing yang diwakili oleh pangeyeuk (pemberi wejangan).

Sebagai pembuka seremoni, pangeyeuk langsung menyapa Ardie dengan ramah. "Ardie, sebelum Ngeyeuk Seureuh dimulai, Ardie mau dipanggil Aa atau Abang karena dari Lampung," ujar sang pangeyeuk.

Ardie, yang duduk bersila, tampak kikuk mendengar pertanyaan dari pangeyeuk dengan separuh berbahasa Sunda. "Adin saja. Tapi, karena ini adat Sunda, jadi Aa saja," jawab Ardie.

Ardie tetap terlihat kikuk sepanjang pembukaan upacara Ngeyeuk Seureuh. "Kalau boleh jujur, A (Aa) Ardie kenapa dari tadi terlihat bingung begitu," tanya sang pangeyeuk lagi. "Terus terang, calon saya belum ada," ungkap Ardie. "Tuh, ada di dalam situ, tapi tahu kuncinya ada di mana?" kata si pangeyeuk. "Itu kuncinya ada di Tante Eli Pasha (pembawa acara)," sambungnya.

Ardie tampak berusaha mengalahkan rasa kikuknya dengan canda. "Balikin dong Tante," serunya kepada pembawa acara."Neng geulis-nya mana?" tanya Ardie sebelum akhirnya Nia keluar dari ruangan untuk menuju ke ruang upacara Ngeyeuk Seureuh, duduk di samping Ardie.

Upacara Ngeyeuk Seureuh langsung dipandu pangeyeuk menuju inti acara. "Uwa akan jelaskan buat Neng Nia dan A Ardie bahwasanya ini adalah benang yang disimbolkan sebagai restu orangtua," jelas sang pangeyeuk.

Dengan benang putih itu pula Nia dipersilakan meminta restu kepada Priya. "Papa, alhamdulillah tadi Nia sudah mengutarakan niat Nia untuk menikah besok dengan Ardie. Untuk itu Nia meminta restu Papa," tutur Nia. "Nia, anak Papa, Papa mengizinkan dan mengikhlaskan Nia menikah dengan Ardie, dan yang harus diingat Nia dan Ardie bahwa manusia hanya berencana di dunia ini dan Allah lah yang menentukan," ucap Priya menjawab permintaan anaknya diikuti prosesi menggunting benang tanda merestui.

Seusai Priya menggunting benang, giliran Ardie meminta restu kepada Aburizal. "Pa, seperti kemarin Ardie sudah utarakan, besok Ardie mau menikah dan alhamdulillah sudah direstui calon wali," ujar Ardie kepada Aburizal. Mendengar permintaan Ardie, Aburizal berujar, "Alhamdulillah, dari dulu sampai sekarang kami merawat Ardie dan alhamdulillah sudah direstui calon wali tadi. Semoga dalam hidup nanti bisa menjalani hidup yang up and down dan sabar menjalani hidup ini." Tekan Aburizal, "Karenanya, Papa merestui Ardie menikah dengan Nia."

Tati pun merestui Ardie. "Mama merestui pernikahan Ardie dengan Nia. Semoga Ardie bisa hidup bahagia, rukun, dan damai. Semoga semua berjalan lancar," ucap Tati sebelum Aburizal menggunting benang yang sama.

Wejangan lalu diutarakan oleh pangeyeuk kepada kedua calon mempelai. "Kain putih sebagai tanda kesucian, di dalamnya ada pakaian putih yang menyimbolkan sebagai pakaian yang hendak dipakai," katanya.

Dipandu pangeyeuk, Ardie dan Nia menggotong sebuah kotak dengan kain sarung ke kamar pengantin serta membuka keranjang berisi buah-buahan dan kue-kue sebagai simbol suami yang menunjang hidup keluarga dan sebagai simbol berkah keturunan.

Ardie dan Nia juga diminta untuk melempar buah dan kue tersebut ke arah para tamu. Nia tampak senang, sedangkan Ardie malah melempar buah jeruk bak melakukan lemparan three point bola basket.

Beberapa perlengkapan dijabarkan satu per satu oleh pangeyeuk. "Perlengkapan ada kaitannya dengan sayang, orangtua selalu menutupi kekurangannya kepada anaknya; dan waluh (waluya atau labu) diibaratkan doa orantua; daun pandan menjaga keturunan dan nama baik; padi, jangan congkak, karena manusia dibuat dari tanah dan zat cair," paparnya. "Ini semua akan dibagikan. Ini ada kelepok, bumbu buat makan sirih, kalian dalam perkawinan akan menikahkan dua keluarga. Di dalam ada sisir untuk menyisir, bukan untuk usil. Bereskan urusan rumah tangga sendiri; ada bedak dan kaca untuk berkaca pada rumah tangga dahulu," terangnya.

Dijelaskan pula, Ngeyeuk Seueruh bermakna menyatukan perut dengan perut sirih, menyatukan keluarga yang bukan saudara. "Jadi, kalian sudah boleh menikah," ujar si pangeyeuk.

Selanjutnya tawa dan canda tiba-tiba keluar begitu saja saat Ardie dipandu untuk membelah pinang. Ardie diminta untuk mengelus dan membelah pinang sebagai tanda suami yang akan bertanggung jawab. Sementara itu, Nia memegang jugleg, sebagai simbol seorang perempuan, sembari berkata, "Aa, ini kepunyaan aku," kata Nia. "Makasih Neng geulis," jawab Ardie.

Ardie, yang memegang untu, tak mau kalah. "Neng, ini punya Aa. Buka dong sedikit itunya (jugleg), boleh enggak ujungnya aja," pinta Ardie malu-malu.

Tiba di akhir upacara, penyerahan cendera mata yang dibungkus kemasan berwarna merah dari Nia diserahkan kepada keluarga Ardie. Sebaliknya, Ardie pun melakukan hal yang sama kepada keluarga Nia. Upacara tersebut akhirnya ditutup dengan doa bersama oleh ustaz Vikri Thoriq pada pukul 17.45 WIB.
Trus aja Bacanya >>

Rabu, 31 Maret 2010

Prosesi Siraman Nia Ramadhani yang Haru Biru

Prosesi siraman pesinetron Prianti Nur Ramadhani atau yang lebih dikenal dengan nama Nia Ramadhani berlangsung hidmat dan haru biru. Sepanjang upacara yang menggunakan adat Sunda itu, calon istri Anindia Ardiansyah Bakrie alias Ardie tersebut sesekali menitikan air matanya.

Dihajat di kediaman ibunda Nia, Canty Mercia, di Jalan Benda II No 9 Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2010) pukul 10.15 WIB, seremoni siraman dimulai dengan menjemput Nia yang berada di kamar pengantin lantai dua oleh kedua orangtuanya, Priya Ramadhani dan Canty sambil membawa sehelai kain panjang yang diselendangkan di pundaknya. Prosesi ini disimbolkan layaknya menggendong seorang bayi yang baru dilahirkan.

Nia diantar kedua orangtuanya menuju tempat sungkeman di lantai dasar. Di sana, kakak kandung Nia yang tertua, Yudhistira Hermawan alias Wawan sudah menunggu Nia.

Dipandu oleh pembawa acara, Nia dipersilakan meminta izin kepada Wawan dengan diiringi alunan musik kecapi dan merdunya suara sinden sepanjang prosesi sungkeman Nia kepada Wawan. "Tidak ada maksud Nia untuk mendahului atau melangkahi Mas Wawan. Tapi Nia meminta doa restu dan meminta Mas Wawan untuk merelakan Nia," ucap Nia seraya menitikan air matanya.

Menjawab ucapan Nia, Wawan lalu berujar, "Nia saya izinkan, saya ridho, dan saya ikhlas Nia menikah lebih dahulu," tutur Wawan. "Pesan Mas wawan agar Nia selalu berbakti kepada suami, aku selalu berdoa kepada Allah agar rumah tanggamu selalu diliputi kebahagiaan," sambungnya tanpa kuasa menahan air matanya yang meleleh.

Usai Wawan merestui Nia, sebagai simbolis dan adat Sunda maka diputuskanlah benang lawe sebagai tanda keikhlasan persaudaraan yang terjalin antara kedua kakak-beradik itu yang dilanjut dengan peluk dan cium hangat dari Wawan di pipi kiri Nia. Lagi-lagi Nia tak kuasa menahan air matanya.

Sebagai bagian dari prosesi siraman selanjutnya, Nia dipandu untuk membakar ketujuh Sumbu Talita sebagai simbol sebagai hati yang suci dalam berumah tangga. Namun, sebelumnya Nia dipersilakan memanjatkan doa dahulu dengan diawali membaca basmalah.

Satu persatu Nia menyalakan Sumbu Talita tersebut dengan lilin yang dipegangnya. Sumbu pertama yang menyala diibaratkan sebagai iman, yang kedua ibarat Islam, ketiga ibarat ihsan sikap dan kegiatan, keempat sebagai simbol amal sholeh, kelima adalah sahadat, keenam sidiqiyah, dan ketujuh adalah khubbah muqaromah. "Tujuh hal yang harus menyala dalam diri Nia selama menjalani rumah tangga di dunia ini," tutur pemandu acara siraman.

Selanjutnya adalah tahap pengucuran air dari paso (kendi) yang bermakna semulia-mulianya manusia akan kembali yang maha mulia. Kedua orangtua Nia, Priya dan Canty dipandu mengucurkan air ke dalam bokor sebagai tanda kasih sayangnya kepada Nia.

Priya menaburkan bunga-bunga berwarna merah kedalam bokor tersebut. "Papa titipkan keberanian papa untuk Nia," ujar pemandu acara mewakili Priya. Sementara Canty menaburkan bunga mawar putih. "Mama menitipkan cinta kasih mama untuk Nia," sambung sang pemandu prosesi tersebut.

Setelah bokor terisi air suci dan kedua jenis mawar, selanjutnya Nia melakukan sungkeman kepada kedua orangtuanya yang didahulu dengan sungkem kepada sang mama. "Mama, kata-kata Nia yang akan terucap pertama kali adalah terimakasih bahwa Nia telah dilahirkan dari orangtua seperti papa dan mama. Apa pun yang terjadi itu akan dijadikan bekal Nia untuk rumah tangga Nia, insya Allah papa dan mama memberikan restu," ujar Nia meminta restu.

Lanjut Nia, "Insya Allah besok Nia akan menjalankan kehidupan baru dengan laki-laki pilihan Nia. Tanpa itu (doa restu) semua, Nia yakin kehidupan Nia dan Ardie tidak akan bahagia tanpa restu mama dan papa," tutur Nia dengan cucuran air mata.

Mendengar niat tulus anak perempuannya, Priya dengan mengucap bismalah pun merestui anaknya. "Nia anak papa yang papa sangat sayangi, papa memaafkan kesalahan-kesalahan Nia. Papa selaku orangtua Nia juga banyak melakukan kesalahan kepada Nia, papa tidak sempurna dalam membesarkan Nia. Karenanya Papa dan Mama meminta maaf kepada Nia," kata Priya. "Untuk itu papa dan mama mengikhlaskan Nia untuk menikah dengan laki-laki pilihan Nia yaitu Ardie," sambung Priya.

Priya yang semula tegar menahan air matanya, akhirnya tak kuasa lagi menahan air matanya yag tumpah. "Papa berpesan jadilah istri yang rendah hati, sayangi keluarga baru Nia. Walaupun Nia tidak tinggal lagi sama papa dan mama, doa papa dan mama akan selalu menyertai Nia," ujar Priya tiba-tiba terisak tangis. "Camkanlah ini untuk Nia menjalankan bahtera rumah tangga," pesannya.

Usai Priya merestui anak gadisnya, Nia pun dipandu untuk membasuh kaki kedua orangtuanya yang diawali dari sang mama terlebih dahulu. "Doakan mama dengan membaca doa untuk kedua orang tua," kata pemandu acara sebelum Nia melakukan naras dengan mengangkat telapak kaki Canty untuk mengusap kaki dengan air dan memberikannya wewangian, yang dilanjut mencium kaki Canty sambil mengucap istighfar sebanyak tiga kali.

Selanjutnya sungkeman dilanjutkan ke sebelah kiri Nia, tepat di pangkuan Priya. Dengan membacakan doa untuk kedua orangtua, Nia mulai mengusap kaki Priya dengan air dan memberikannya wewangian, setelahnya Nia lalu menciumi kaki Priya sambil mengucap istighfar sebanyak tiga kali yang kemudian diteruskan dengan sesi sungkeman ke sanak keluarga dan sesepuh lainnya.

Tak ketinggalan pula tahap mulangkeun cai susu indung (mengembalikan air susu ibu) sebagai bagian prosesi siraman, Nia memberikan air kelapa hijau kepada Canty dan Priya sebagai harapan Nia mengarungi kehidupan rumah tangganya seperti air kelapa hijau.

Setelahnya, adalah tahap yang paling sakral dari upacara yang dihajat pada hari ini, yaitu siraman. Berjalan melalui hamparan kain tujuh lembar sebagai simbol hari yang tujuh, dengan dipapah kedua orangtuanya Nia berjalan menuju tempat siraman.

Duduk di singgasana siraman, Nia lalu menanggalkan kebaya putihnya untuk berganti dengan busana bunga melati putih bersih sebagai tanda kesucian Nia yang akan menikah dengan lelaki pilihan hatinya.

Priya pun dipandu untuk mencampurkan tujuh sumber mata air yang sudah didoakan oleh para sesepuh ke dalam bokor. Salah satu dari air yang dituangkan Priya adalah dari air zam-zam tanah suci Mekkah, sementara enam lainnya diperoleh dari sumur masjid di sekitar Jakarta Selatan yang dicampur dengan tujuh kembang setaman.

Mercia diberi kesempatan menyiram Nia lebih dahulu, lalu Priya menyusul kemudian, sinden pun terus melantunkan shalawat dan dzikir menambah kehidmatan suasana upacara siraman sebelum para kasepuhan ikut menyiram Nia.

Selanjutnya Priya menyerahkan kendi yang berisi air dari tujuh sumber mata air sebagai air wudhu yang kendinya akan dipecahkan esok hari pada saat saweran.

Upacara siraman dilanjut dengan pemotongan rambut. Priya di sebelah kiri dan Mercia di kanan adalah sebagai tahalul, miceun geleuh keumeh untuk membuang sifat-sifat buruk yang diharapkan akan berganti menjadi kebajikan.

Setelah pemotongan rambut, ada kaul (keinginan) dari Nia untuk melemparkan gaun melatinya dengan harapan siapa yang menerimanya akan didekatkan jodohnya. Seorang wanita dewasa berhasil mendapatkan gaun melati Nia, tetapi wanita tersebut justru menyerahkannya kepada Wawan dengan harapan agar Wawan segera didekatkan jodohnya.

Usai siraman Nia digendong oleh keempat kakaknya dan Priya ke kamar pengantin. Prosesi siraman pun ditutup tepat pukul 11.22 WIB.

Sebagai catatan, upacara selanjutnya adalah nincak sereh yang akan dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB sore hari nanti.
Trus aja Bacanya >>

Minggu, 28 Maret 2010

Aldi Akan Nikah, Ikke Nurjanah Mendoakan

Pedangdut Ikke Nurjanah mengaku bahagia mendengar kabar bahwa mantan suaminya, Aldi "Bragi", akan menikah dengan pesinetron Ririn Dwi Ariyanti dalam waktu dekat ini. Ia mendoakan yang terbaik untuk Aldi.

Sebagai mantan istri, Ikke juga maklum jika dirinya masih dikait-kaitkan dengan kabar apapun mengenai Aldi. "Kalau disangkut pautin pasti lah ya, kan pernah jadi teman hidupku. Wajar lah ya, menghormati garis-garis yang ada,"ucap ibu satu putri ini ketika ditemui di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (28/3/2010).

Tentang apakah ia akan hadir atau tidak dalam acara-acara pernikahan Aldi dengan Ririn, Ikke belum bisa memastikan. Namun, yang pasti, akunya, ia akan mengirimkan doa untuk pasangan tersebut. "Kalau datang, enggak tahu. Tapi, kalau doa sih, pasti mendoakan yang terbaik, karena dia kan bapaknya anakku juga. Kalau bapaknya baik, anaknya pun nanti baik ya," tuturnya.
Trus aja Bacanya >>

Jumat, 26 Maret 2010

Persembahan Choky Sitohang

Choky Sitohang: Untuk Ibu di Rumah, Ayah di Surga
Menjadi pembawa acara "Happy Song", berbuah  piala Panasonic Gobel Awards 2010 bagi Choky Sitohang. Di panggung pergelaran yang diadakan pada Jumat (26/3/2010) malam ini di Djakarta Theater, Jakarta, Choky mempersembahkan penghargaan tersebut untuk orangtuanya.

Choky memperoleh penghargaan itu dalam kategori Presenter Kuis/Game Show Favorit. Ia mengalahkan para pesainya, Tantowi Yahya, Helmy Yahya, Darius Sinathrya, dan Arie Untung. 
"Ini untuk ibu saya di rumah dan ayah saya di surga. Ini hadiah pertama saya," ucapnya seusai menerima penghargaan.

Dengan mendapat penghargaan tersebut, Choky mengaku akan mengembangkan kariernya. "Tentu saya semakin semangat dan menjadi kekuatan buat saya. Impian saya mau menyanyi, saya dikasih talenta sama Tuhan, itu mimpi saya," harapnya.
Trus aja Bacanya >>

Minggu, 21 Maret 2010

Afgan bergelut pada Bidang Baru

Afgan Siapkan Album, Film, dan Label Baju
Hadir sebagai pendatang baru di belantika musik Indonesia pada 2008, Afgan Syah Reza kini telah masuk jajaran solois pria paling diperhitungkan. Menanjaknya karir pria yang belum genap berusia 21 tahun itu ditandai dengan sejumlah prestasi yang membuat namanya makin melambung.

Mulai memenangi ajang MTV Indonesia Awards 2008 untuk kategori Most Favorite Male Artist, menyabet predikat Penyanyi Solo Pria Terbaik pada AMI Award 2009, ditahbiskan sebagai Artis Lelaki Terbaik dalam ajang Anugerah Planet Muzik 2009, dan terakhir menyabet predikat Penyanyi Solo Terdahsyat dalam ajang Dahsyat Awards pada Februari lalu. Atas pengakuan itu, Afgan bangga. Namun, itu belum cukup membuatnya puas. ''Saya harus terus berkembang,'' ujar cowok berkacamata tersebut.

Afgan begitu menikmati dunia menyanyi yang digeluti sekarang. Namun, diakuinya, menjadi solois, apalagi pria, tidak gampang di tengah persaingan dengan band-band yang menjamur. Meski demikian, Afgan tetap percaya eksistensinya bisa berlangsung lama.

"Yang penting kepedulian pada materi lagu dan tidak terjebak pada idealisme," kata pengagum Chrisye tersebut. "Satu hal lagi, maintaining penggemar juga sangat penting. Tanpa mereka, eksistensi seorang penyanyi nggak bakal ada," ujar Afgan yang mengorganisasi penggemarnya melalui pelbagai jejaring sosial tersebut.

Meneguhkan komitmen sebagai penyanyi, Afgan kini sibuk merancang peluncuran album keduanya bertajuk The One yang akan rilis pekan depan. "Makanya, belakangan ini nervous banget. Aku ingin launching ini berjalan sempurna," ungkapnya.

Afgan makin gugup karena dalam waktu hampir bersamaan, film perdananya, Cinta 2 Hati juga bakal diluncurkan. Film remaja tersebut dibintanginya bersama Olivia Jansen, Tika Putri, dan Deddy Mizwar. ''Sampai sekarang belum melihat filmnya. Baru trailer-nya. Tapi, saya sudah senang,'' ujarnya.

Selain menjajal akting, Afgan kini mencoba-coba berbisnis. Dalam waktu dekat, dia meluncurkan sekaligus dua label baju produksi sendiri. ''Sekarang sedang tahap produksi,'' ujar Afgan.
Trus aja Bacanya >>

Saya Ingin jadi Penyanyi yang Bergitar

Dibanding Afgan dan Vidi, Petra adalah yang paling baru di dunia hiburan. Tapi, kemampuannya dalam bermusik terlihat sejak dia berusia tujuh tahun. Putra sulung penyanyi rohani Franky Sihombing ini mulai menggebuk drum di usia itu. Tiga tahun kemudian, Petra mulai merambah gitar dan piano. "Saya besar bersama musik. Kalau dulu hanya belajar otodidak, sekarang sudah serius," ucapnya.

Petra tidak hanya mencoba berkarir di bidang musik, tapi juga memperdalam pendidikan di bidang tersebut. Anak pertama dari tiga bersaudara itu tercatat sebagai mahasiswa Institut Musik Daya, Kemang. Bidang yang dipelajari adalah gitar dan piano. "Belajar musik bukan hanya iseng. Saya memang sudah memiliki rencana dalam jangka waktu lama," katanya saat ditemui setelah mengisi acara di Buaran, Jakarta Timur, Kamis (18/3).

Album Petra berjudul Self Titled memang belum lama keluar. Single jagoannya Cinta Tak ke Mana-Mana baru enam bulan bertarung di industri musik. Seperti halnya Afgan dan Vidi, Petra juga digandrungi sebagai solois. Namun, Petra mengusung ciri khas sendiri. "Saya ingin jadi penyanyi yang bergitar. Kalau orang bilang Petra, mereka langsung teringat..Oh Petra yang nyanyi sambil main gitar itu ya," harap pria yang lahir 10 April 1992 itu.

Ketika masih SMA Petra pernah menjadi vokalis plus gitaris sebuah band di sekolahnya, SMA Morning Star. Begitu akrabnya dengan musik, sampai-sampai dulu ketika papanya manggung, Petra yang mengiringi dengan gitar. "Di beberapa album Papa, aku sempat membuat beberapa lagu serta mengaransemen musiknya," tutur pria yang mengaku lebih suka di rumah saat ada waktu luang ini.

Merasa memiliki kemampuan dan bakat, Petra pun membuat album rekaman. Tak tanggung-tanggung. Dari sepuluh lagu, sembilan lagu dia bikin sendiri. Satu lagu dikerjakan bersama seorang teman. Begitu juga aransemen musiknya. Petra menggarapnya sendiri. "Aku yang ngisi gitar, bas, serta pianonya. Kecuali orkestra dan drum," tuturnya.
Kreatifitasnya tentunya akan membawa nuansa penciptaan karyanya dengan warna tersendiri. Pada saat ini memang tidak banyak penyanyi solois yang mempunyai karya sendiri.Album tersebut dibuat secara indie. "Tapi, ternyata berat banget ya bikin indie. Papa sampai jual mobil buat membiayai album indie itu,'' kenangnya.

Kerja keras Petra sekarang mulai terlihat hasilnya. Albumnya sekarang sudah dipasarkan di major label. Kini dia sibuk show mempromosikan albumnya itu. Meski terbukti memiliki kemampuan ekstra di bidang musik, Petra mengatakan, kalau nanti membuat album kedua, dia akan melibatkan lebih banyak partner kerja. "Capek juga lho semuanya dikerjakan sendiri," ucapnya lantas tertawa.
Trus aja Bacanya >>

Vidi Masih Harus Berjuang....

Tiga pria ini punya kesamaan. Masih muda, bersuara merdu, dan dianugerahi wajah sedap dipandang. Tak heran jika Vidi Aldiano, Afgan Syah Reza, dan Petra Sihombing sanggup merebut hati penggemar sejak awal kemunculan. Berikut cerita kiprah para pria yang disebut-sebut sebagai solois bermasa depan cerah itu.

Dengan kemampuan berolah vokal yang menyesuaikan karakter suara dan pembawaan yang berbeda, maka Vidi Aldiano saat ini telah memberikan warna tersendiri pada blantika musik indonesia.
Bertemu Vidi Aldiano, 19, rasanya sangat menyenangkan. Meski sudah menjadi selebriti, pembawaannya ramah kepada setiap orang. Begitu pula ketika diajak wawancara seusai mengisi acara 6th Johnny Andrean Awards di Jakarta Convention Center, Rabu malam (17/3). "Ayo, ayo. Wawancara yang lama juga nggak apa-apa,'' katanya ramah.

Sambil duduk di belakang panggung, pemilik nama lengkap Oxavia Aldiano itu lantas bercerita tentang hari-harinya setelah menjadi penyanyi. Karirnya memang belum lama. Pada 2009 Vidi mengeluarkan album Pelangi di Malam Hari. Dengan single Nuansa Bening -yang sebelumnya dipopulerkan Gank Pegangsaan- Vidi langsung melejit.

Kehadiran Vidi sangat pas di tengah industri musik yang dikuasai band. Vidi seolah menjadi pelepas rindu mereka yang ingin kembali menikmati suara merdu penyanyi solo pria semacam zaman Harvey Malaiholo, Utha Likumahuwa, atau (alm) Chrisye. Tak heran jika banyak yang menyebut Vidi sebagai generasi penerus solois pria. "Saya sih bersyukur kalau dibilang sebagai generasi penerus. Pokoknya, kalau responsnya positif, saya senang,'' ucapnya.

Jujur Vidi mengakui bahwa ini adalah dunia yang sangat dia suka. Makanya, Vidi gembira kalau apa yang dikerjakan diterima masyarakat. Sejak berusia tiga tahun Vidi mahir bermain piano dan mulai bernyanyi. "Ibu bilang kalau umur tiga tahun saya mulai berkicau. Saya sendiri nggak ingat," lanjutnya lalu tersenyum.

Bakat menyanyi sepertinya dimiliki mahasiswa Universitas Pelita Harapan ini secara alami. Dia tidak pernah les vokal secara khusus. Jika sekarang memiliki album, Vidi melihatnya sebagai jalan hidup. Dan, ini tak akan disia-siakan. "Saya pingin total di sini. Saya sadar sekarang masih baru. Itu berarti saya masih memiliki kesempatan melebarkan sayap selebar-lebarnya," jelasnya.

Sayap itu pelan-pelan dia kepakkan melalui proses belajar, terutama dari senior-seniornya. Pada penggarapan album kedua ini, proses belajar 100 besar Indonesian Idol 2006 ini mulai selangkah lebih maju. Vidi mulai banyak terlibat dalam pemilihan musik dan lagu. "Mulai bikin lagu sendiri juga. Mulai belajar ikutan langsung pokoknya. Saya nggak mau hanya disebut sebagai penyanyi, tapi seniman," tegasnya.

Vidi ingin seperti idolanya, Glenn Fredly. "Dia idola aku banget. Ingin seperti dia. Bisa nulis lagu yang keren-keren. Pokoknya, sekarang aku terus berusaha, berusaha, dan berusaha. Supaya kesampaian keinginannya," cerocosnya.

Sebenarnya kisah Vidi hingga memiliki album seperti kisah klise. Ketika duduk di kelas 2 SMA, sulung dari tiga bersaudara itu iseng membuat rekaman. Tahu-tahu lagu tersebut didengar seorang produser dan dia mengajak Vidi membuat sebuah album. "Dia tertarik dan menawari untuk menyeriusi album ini. Ya sudah, tiga tahun kemudian albumnya jadi. Cukup lama sih prosesnya," kisahnya.

Setahun lebih berkarir tentu sudah banyak pengalaman yang dialami. Mulai manggung di berbagai kota dan tempat, sampai tawaran menjadi bintang iklan. Sekali lagi, Vidi merasa bersyukur, tapi tak lantas puas. ''Sadarlah, jalannya masih panjang. Tantangannya masih banyak,'' imbuh pelantun Status Palsu itu.
Trus aja Bacanya >>

Sabtu, 20 Maret 2010

Apreasiasi musik Purwa Caraka

Minimnya perhatian masyarakat pada lagu yang menjadi pemenang sebuah festival ditengarai lantaran masih sulitnya mempersatukan antara ajang itu dengan industri musik. Padahal bila ditilik dari ajang tersebut kadang bermunculan penyanyi atau pencipta lagu yang mumpuni di kemudian hari. Begitu pendapat Purwatjaraka hanya kepada KapanLagi.com belum lama berselang di FX Plaza.

"Itu kan kayak FFI (Festival Film Indonesia, red) dulu, di mana fenomenanya tak laku. Tapi itulah sulitnya menggabungkan festival dan industri. Indonesia kelihatannya seringkali belum bisa walau beberapa kali oke. Misalnya LCCR di mana Trie Utami dengan lagu Oh Indahnya itu. Namun zaman sudah berubah, sekarang kalau jualan tak hanya marketing dan kemasan tapi juga saingan sehingga kejadiannya nggak bisa sama lagi," urainya.

Dilanjutkan, selain itu kurangnya penggunaan media sebagai alat publikasi kerap diabaikan sehingga terkadang masyarakat tidak tahu ada penyanyi atau lagu dari sebuah festival.

"Media dipakai nggak? Kemasannya gimana? Semua dipikirkan nggak? Karena semua itu juga suatu yang tak terpisahkan. Jadi kalau dibilang gagal nggak bisa sebab orang malah nggak tahu kalau ada yang bagus, misalnya lagu anak-anak? Siapa bilang nggak ada yang cipta? Tiap tahun saya rilis lewat Gramedia, Universal dan sebagainya," katanya lagi.

Lalu bagaimana antisipasi agar lagu dari gelaran festival diminati masyarakat? Menurut kakak Trie Utami itu, semua yang berkaitan dengan lagu mestinya beriringan menyesuaikan zaman.

"Misalnya aransemen ikut dengan yang ada saat ini dan memang harus demikian. Kita jualan dalam dan luar oke. Tapi secara pribadi terlepas dari pasar, festival dapat dijadikan sebagai tempat pembinaan untuk kesempatan dan harus dinilai positif serta memiliki kontribusi," imbuh Kang Purwa, begitu kerap disapa.
Trus aja Bacanya >>

Rossa Akan Konser Di Negeri Jiran


Rossa Siapkan Gawe Besar di Negeri Jiran
Ibu Negara Jadi Pelindung Konser Rossa

Penyanyi Sri Rossa Roslaina Handiyani, 31, kini menyiapkan gawe besar. Pada 29 Mei mendatang, Rossa menggelar konser tunggal perdananya di luar negeri, yaitu Malaysia. Mengambil lokasi di Stadion Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur, konser megah tersebut dilindungi langsung oleh first lady Malaysia, yakni istri Dato' Sri Mohd Najib Tun Razak, Datin Seri Rosmah Mansor.

Di negeri jiran, semua konser memang bisa berlangsung jika ada pihak yang disebut sebagai pelindung itu. Rosmah Mansor terlibat karena Rossa sendiri yang meminta. Saat itu, ketika rencana konser mulai bergulir, ibu satu anak tersebut memberanikan diri menulis surat kepada Rosmah Mansor.

"Saya meminta beliau untuk jadi pelindung konser itu. Ternyata, beliau berkenan. Bangga sekali rasanya. Suatu kehormatan," tutur dia kemarin (18/3) di Just Steak, Mahakam, saat jumpa pers untuk pertunjukan bertajuk Konser Melodi Cinta Rossa tersebut.

Rossa makin senang karena Rosmah Mansor ternyata termasuk penggemarnya. "Beliau hafal lagu-lagu saya. Buat saya, itu rezeki nomplok," ujar mantan istri penggebuk drum Padi Yoyok tersebut.

Rencananya, penyanyi yang namanya mulai melejit setelah membawakan lagu Nada-Nada Cinta pada 1996 itu beraksi di panggung selama dua jam. Sebanyak 20 lagu hitnya bakal dibawakan.

Menyukseskan konser perdana di negeri orang itu, Rossa yang juga bertindak sebagai promotor tersebut menggandeng orang-orang yang menurutnya paling jago di bidang itu. Pilihannya jatuh kepada Jay Subijakto sebagai art director dan Yovie Widianto selaku music director. Jay memberikan bocoran bahwa konser Rossa nanti dikonsep berbeda. "Panggung nanti berkonsep movable. Untuk pemain musik, ada 40 orang. Orkestranya 30 orang, lalu pemain band sepuluh orang," jelas Jay.

Yovie menambahkan, dari sisi musik dirinya akan memberikan suguhan penuh eksplorasi. Bukan hanya musik orkestra, tapi juga digital. "Dilihat dari kapasitas Rossa sebagai solois, hit yang sudah dia ciptakan banyak. Nah, itu memberikan motivasi tersendiri bagi saya untuk berkreasi lebih dalam dengan musik dari lagu-lagunya," ungkap dia.

Rossa menambahkan, karena konser itu dihelat di Malaysia, dirinya ingin memiliki keterikatan khusus dengan penggemar di sana. Dia mulai mempersiapkan pemilihan lagu hingga kejutan yang akan disesuaikan dengan keadaan di sana. Rossa juga mengajak Ungu dan ST 12 untuk menjadi bintang tamu. "Nanti ada 10 ribu penonton. Di stadion itu, saya adalah penyanyi luar negeri pertama yang menggelar konser," paparnya.

Trus aja Bacanya >>

Kamis, 18 Maret 2010

Anang-Syahrini dan Dhani-Mulan Akan Buka-bukaan

Tak hanya pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Yuni Shara yang akan mengutarakan cinta mereka pada pasangannya, di acara ulang tahun ANTV ke-17 pada 25 Maret mendatang. Pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani, juga akan mengungkapkan kepada perempuan mana cintanya akan ia berikan. Pasangan Anang dan Syahrini pun tak akan ketinggalan. Mereka juga akan lebih membuka info tentang berita keakraban mereka tentunya

Aksi buka-bukaan sejumlah pasangan selebriti yang belakang jadi sorotan media akan menjadi gimmick-gimmick yang akan dihadirkan dalam rangka memeriahkan hari jadi stasiun ANTV akhir Maret nanti. "Mereka akan muncul di sesi kolaborasi romantis," ujar Reva Dedi Utama, GM Support & Production ANTV, kepada pers di Jakarta, Kamis (18/3/2010).

Menurut Dedi, khusus untuk Dhani dan Mulan, ia akan tampil dalam segmen terpisah, di mana Dhani akan tampil dengan "anak-anak asuhannya" di Republik Cinta Manajemen (RCM).

Dalam segmen tersebut, Dhani akan muncul dalam sebuah layar. Dia akan berdialog dengan dirinya mengenai perempuan mana yang hendak dipilihnya untuk dijadikan istri sebagai pengganti Maia Estianty.

Dijelaskan Manager Production ANTV Kelly Da Cunha, Ahmad Dhani akan muncul sebelum Mulan Jameela membawakan sebuah lagu ciptaannya. "Dalam sebuah tayangan, Dhani akan prolog. Nanti akan ada dua Dhani. Mereka akan berdialog mengenai siapa perempuan yang diharapkannya bisa menjadi pendampingnya. Kita kan tahu, tipe perempuan seperti apa yang disukai Dhani, ya perempuan yang mau dipimpin. Jadi secara kasat mata, orang bisa menilai siapa sebenarnya perempuan pilihan Dhani," papar Kelly.

Selain Dhani dan Mulan, akan hadir pula artis-artis RCM lainnya, yakni T.R.I.A.D, Mahadewi, The Virgin, hingga Dewa 19.

Di sesi Kolaborasi Romantis, tak hanya Raffi-Yuni yang akan hadir, Anang-Syahrini dan Saipul Jamil-Dewi Perssik pun akan turut memeriahkan program spesial yang akan ditayangkan secara live selama 4 jam itu.

Yang cukup menarik, tentu saja penampilan duet Anang dan Syahrini. "Mereka akan membawakan lagu 'Masih Cinta' yang pernah dinyanyikan duet Anang dan Krisdayanti. Tapi sekarang, Anang justru akan menyanyikannya dengan Syahrini," kata Kelly.

Bukan perkara gampang bisa membujuk Anang menyanyikan lagu itu. Sebab, Anang awalnya menolak membawakan lagu nostalgianya dengan KD, begitu mantan istrinya disapa. "Dia hanya ingin menyanyikan dua lagu barunya, 'Separuh Jiwaku Pergi' dan 'Jangan Memilih Aku'. Tapi, setelah kita bujuk akhirnya Anang menyetujuinya. Lagu 'Masih Cinta' akan dinyanyikan di antara dua lagu Anang yang baru," papar Kelly.           

Selain menghadirkan atraksi panggung para pasangan selebriti, ulang tahun kali ini juga akan dihibur dengan penampilan sejumlah grup band dan penyanyi ternama.

Pihak ANTV mengklaim, konsep acara yang akan disajikan berbeda dengan program tayangan sejenis yang pernah ada. "Semua lagu yang akan dibawakan para pengisi acara semuanya diaransemen ulang dan juga akan hadir kolaborasi yang sangat berbeda," ujar  Dedi.

Kolaborasi yang agak berbeda itu akan diperlihatkan lewat penampilan Trio Tria (vokalis The Changcuters), Dewi Perssik, dan Iwa K, yang akan tampil bareng membawakan lagu mendiang Mbah Surip. "Mereka akan menyanyikan lagu 'Tak Gendong'," ujarnya.

Setidaknya tak kurang dari 150 artis akan turut memeriahkan pesta ulang tahun ANTV kali ini, dari mulai grup band Ungu, Nidji, D'Masiv, The Changcuters, hingga band-band baru, seperti Geisha, Kotak, Warteg Boyz, dan Zigaz.

Aksi kolaborasi juga akan diperlihatkan lewat penampilan Momo "Geisha" dan Tantri "Kotak" yang akan tampil bersama Afgan lewat lagu ciptaan Titiek Puspa. "Selain pentas musik variety show, big match antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di ajang DISL (Djarum Indonesia Super League) juga menjadi bagian dari kemeriahan ulang tahun kali ini," jelas Dedi seraya menyebutkan, siaran langsung tersebut akan ditayangkan sejak pukul 15.30 WIB.
Trus aja Bacanya >>

GALLERY

Profilku

Profilku
Asiknya kalo sudah begini

Alexa Trafic And Page Rank

Link Exchange

Plipeo

Ikut Isi Survey Dapat Dollar

Daftar Ziddu

 

Copyright © 2009 by KABAR ARTIS INDONESIA Powered By Blogger Design by ET